Kedutaan Besar Perancis di Indonesia yang diwakili oleh Institut Français d’Indonésie (IFI) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk menandai kerjasama keduanya dalam industri game di Jakarta pada hari Jumat.

Kedua negara akan menggelar berbagai kegiatan kolaborasi untuk memajukan industri serta bertukar bakat dan informasi khususnya tentang ekosistem industri game, termasuk tentang regulasi, data pasar, dan operator.

“Industri game adalah salah satu sektor terdepan di Perancis. Negara tersebut juga merupakan salah satu negara yang memiliki ekosistem industri game yang dinamis,” kata Stephane Dovert, direktur IFI sekaligus konselor kerja sama Kedutaan Besar Perancis di Indonesia.

Baca juga: 5 Game yang Alur dan Ending-nya Tergantung Keputusan Pemain

Dovert menambahkan bahwa ada sekitar 300 perusahaan dengan total lebih dari 5.000 orang dengan alokasi anggaran lebih dari 500 juta euro (sekitar Rp 8,6 triliun) setiap tahunnya untuk produksi, penelitian dan pengembangan industri.

Beberapa judul game buatan Perancis yang popularitas di Indonesia antara lain Assassin’s Creed buatan Ubisoft, Far Cry, Prince of Persia dan Gameloft. Perancis juga memiliki 35 sekolah khusus untuk pengembangan game dan 42 studio game dan animasi, termasuk Ubisoft dan Arkane Studios.

Presiden Direktur AGI, Cipto Adiguno mengatakan Indonesia memiliki bakat-bakat hebat di industri ini. Namun, masih jarang yang memiliki standar internasional dan mentor berpengalaman untuk membuat game dalam skala global.

Baca juga: 7 Rekomendasi Game Android Mirip Genshin Impact

“Kualitas sebuah permainan tergantung kualitas talenta yang merancangnya,” ujar Cipto. “Kita perlu meningkatkan kualitas dan jumlah talenta melalui pelatihan dan pengalaman profesional untuk mengembangkan industri game di Indonesia,” tambahnya.

AGI berencana untuk mengadakan seminar online dengan mengundang pengembang game dari Perancis dan memfasilitasi pertemuan antar asosiasi, komunitas, pemerintah dan pemangku kepentingan dari kedua negara.

Ia juga berencana untuk mengirim delegasi ke acara tahunan Paris Game Week dan mengunjungi pusat-pusat industri game di berbagai kota di Perancis setelah pandemi Covid-19 mereda.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *