Selama enam tahun terakhir, penggemar Minecraft versi original, yaitu Minecraft: Java Edition, bebas untuk memainkan permainan ini tanpa harus memiliki akun Microsoft terlebih dahulu. Namun, mulai tahun 2021 keadaan tersebut tak lagi berlaku.

Baca Juga: PUBG Hadirkan Peta Paramo di Season 9

Tanggal 21 Oktober kemarin, pihak Mojang selaku pembuat Minecraft melalui laman blog resminya mengumumkan bahwa pemain yang memiliki versi original dari game ini tetapi tidak mempunyai akun Microsoft tidak lagi bisa bermain. Kabar ini tentu mengejutkan para pemain versi Java.

Sejak tahun 2011, Minecraft diluncurkan untuk konsol permainan dalam dua developed versions yang berbeda. Sebelumnya, versi original Minecraft: Java Edition memerlukan akses menggunakan akun Mojang. Versi satu lagi, Minecraft: Bedrock Edition yang dimaksudkan untuk konsol dan toko Windows, membutuhkan akun Microsoft untuk dapat memainkannya.

Pihak Mojang mengatakan perpidahan akun pemain versi Java dari Mojang ke Microsoft tidak akan menyebabkan kehilangan informasi. Fitur two-factor authentication (2FA) akan turut disertakan pada akun yang baru berikut fitur-fitur keamanan lainnya yang sebelumnya tersedia pada versi Bedrock Edition, seperti parental controls dan opsi untuk memblokir chat yang bernada kasar dan mengandung ujaran kebencian, serta dapat menolak undangan yang tidak diinginkan — yang menjadi pertimbangan untuk pemain-pemain yang berusia lebih muda saat bermain dalam server multipemain. 

Untuk menjawab kegelisahan para pemain, Mojang menjamin bahwa pengalaman bermain versi Java tidak akan berubah, dan kebijakan ini dimaksudkan untuk mempermudah bookkeeping

Secara bertahap selama beberapa bulan ke depan, Mojang akan mengirimkan email kepada para pemain yang berisi cara migrasi akun dan akan terdapat notifikasi tambahan pada laman profil mereka kapan harus membuat akun baru. 

Para penggemar Minecraft tentu menjadi waswas akan kebijakan Mojang ini. Pasalnya, banyak perusahaan besar di masa lalu yang meminta pemain-pemainnya untuk masuk ke sistem mereka yang ternyata tidak berjalan lancar.

Baca Juga: Cara Mengubah iPhone Menjadi Webcam

Sebagai contoh, Oculus baru-baru ini mengumumkan para pengguna VR mereka untuk masuk melalui Facebook. Hal ini tentu menimbulkan kekesalan pada komunitas gaming. Sebagai imbasnya, banyak pemain yang menutup akun mereka secara permanen setelah peluncuran headset Quest 2 sehingga mereka tidak bisa bermain VR.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *