Sebuah startup yang fokus pada produk kamera pengawasan (CCTV) di Silicon Valley dituduh melakukan seksisme dan diskriminasi setelah direktur penjualan menggunakan sistem pengenalan wajah perusahaan untuk melecehkan pekerja wanita.

Verkada, perusahaan yang pada bulan Januari lalu bernilai USD 1,6 miliar, melengkapi kantornya dengan kamera keamanannya sendiri.

Tahun lalu, direktur penjualan mengakses kamera ini untuk mengambil foto pekerja wanita, lalu mempostingnya di saluran Slack bernama #RawVerkadawgz dengan disertai lelucon eksplisit berbau seksual. Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh IPVM dan diverifikasi secara independen oleh media Vice.

Karyawan perusahaan menyebutkan bahwa sekelompok pria yang memegang posisi kepemimpinan di tim penjualan banyak berkontribusi pada budaya seksisme.

Baca juga: Sri Mulyani Siapkan 8,9 Triliun untuk Bagi Pulsa Gratis

“Face match… find me a squirt,” tulis direktur penjualan di saluran Slack. Postingan tersebut dibagikan dengan foto seorang gambar wajah karyawan perempuannya dengan mulut terbuka lebar yang diambil dari kamera keamanan Verkada.

Setelah insiden Slack dilaporkan ke HR, CEO Verkada Filip Kaliszan memberikan pilihan kepada karyawan yang ada di saluran Slack tersebut untuk keluar dari perusahaan atau mengurangi opsi saham mereka.

Dilansir dari Vice, mereka semua memilih bertahan dan mengambil opsi pemotongan saham. “Saya terkejut. Bagi saya, kasus ini bukan hanya pelanggaran yang bisa selesai dengan pemecatan. Mereka semua harusnya kehilangan karirnya,” kata seorang karyawan kepada IPVM.

Pada tanggal 23 Oktober, Kaliszan mengirim email kepada karyawannya terkait kejadian tersebut. “Begitu pimpinan mengetahui insiden tersebut, kami meluncurkan penyelidikan komprehensif untuk memahami apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab,” tulisnya.

“Lewat investigasi ini, kami menemukan satu orang yang bertanggung jawab atas insiden tersebut dan sembilan anggota tim lainnya menjadi anggota saluran Slack. Saat pimpinan menyadarinya, saluran Slack telah dihapus dan tidak bisa dipulihkan. Semua peserta saluran Slack langsung ditertibkan dengan hukuman yang setimpal, sesuai dengan perannya dalam insiden tersebut. Saya juga memberlakukan hukuman finansial terbesar dalam sejarah perusahaan pada penghasut dan melakukan diskusi untuk mendisiplinkan individu dengan masing-masing peserta lainnya.”

Baca juga: Astronot NASA, Kate Rubins Lakukan Pemilu di Luar Angkasa

Verkada telah berupaya untuk membedakan produknya dengan sistem pengawasan Amazon Ring dengan mengatakan bahwa kliennya, Juul Labs, Equinox, dan Red Lobster tidak bekerja dengan lembaga penegak hukum.

Namun dalam sebuah video YouTube yang berjudul “Verkada untuk penegakan hukum,” perusahaan mengatakan bahwa mereka bekerja dengan departemen kepolisian Parkersburg, Virginia Barat.

Dilansir dari The Verge,  seorang juru bicara Verkada mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak mentolerir pelecehan seksual atau perilaku yang tidak pantas. Insiden ini akan terus diselidiki dan semua individu yang terlibat akan didisiplinkan.

Proses ini juga melibatkan departemen SDM yang bekerja dengan wanita yang terkena dampak insiden ini dengan menawarkan sumber daya profesional dan pribadi untuk memastikan mereka mendukung tindakan kami dan merasa aman dan nyaman dalam pekerjaan mereka.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *