Foto: Disney Research Hub

Teknologi.id – Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, pastinya ada gerakan-gerakan kecil yang secara tidak sadar kita lakukan. Seperti saat mengobrol dengan seseorang, kepala kita akan perlahan membuat gerakan anggukan kecil dan menatap lawan bicara.

Robot dan karakter animatronik humanoid yang dapat berinteraksi, biasanya hanya sekedar dapat menoleh ke arah seseorang dan memfokuskan arah mata mereka pada wajah manusia. Namun, mereka cenderung hanya diam di tempat pada saat itu.

Namun, berbeda dengan robot baru buatan tim peneliti Disney. Seperti yang dilansir oleh Gizmodo, robot baru Disney ini dikabarkan selain dapat berinteraksi dengan manusia, juga dapat meniru gerakan wajah manusia, khususnya gerakan halus pada kepala dan berkedip.

Baca Juga: Gelar Wisuda Virtual, Undip Gunakan Robot untuk Wakili Mahasiswa

Robot ini dikembangkan oleh para insinyur di divisi Disney Research, Walt Disney Imagineering, serta peneliti robotika dari University of Illinois, Urbana-Champaign dan California Institute of Technology.

Dalam makalah penelitian berjudul “Realistic and Interactive Robot Gaze,” para peneliti menggunakan pendekatan yang lebih baik dan berkembang untuk pembuatan sang robot.

Dengan pemasangan dan penggunaan sensor di dada, robot dapat mengidentifikasi seseorang yang mencoba untuk berinteraksi dengannya secara langsung dan berbalik menghadap mereka. Akan tetapi, perilaku ini kemudian ditingkatkan dengan serangkaian gerakan kecil lainnya.

Hal ini mencakup ‘pembiasaan perhatian’ yang ditunjukkan melalui rangsangan eksternal. Seperti, misalnya suara yang dikeluarkan secara tiba-tiba dari kejauhan, dapat menyebabkan robot mengalihkan pandangannya sejenak untuk menentukan sumbernya dan kembali fokus pada wajah seseorang.

Baca Juga: Prototype Robot Butler Toyota, Menggantung di Langit-langit!

Teknologi yang diterapkan pada robot keluaran Disney ini dinamakan Saccades. Di mana teknologi tersebut memungkinkan gerakan cepat pada mata ketika memeriksa keseluruhan wajah subjek, gerakan kepala yang terjadi sebagai hasil simulasi pernapasan, dan gerakan berkedip realistis yang sederhana.

Mengingat pentingnya tatapan dalam interaksi sosial serta kemampuannya untuk mengkomunikasikan keadaan, tampak jelas bahwa tatapan dapat berfungsi sebagai alat yang penting untuk karakter robot interaktif. Oleh karena itu, tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengembangkan sistem meniru tatapan manusia yang saling menguntungkan.

Tidak sulit membayangkan bagaimana Disney dapat menggunakan teknologi ini. Misalnya, untuk karakter animatronik di taman hiburannya.

Divisi penelitian perusahaan telah bekerja untuk membuat robot yang mirip dengan manusia selama beberapa waktu. Misalnya, pada tahun 2018, mereka juga telah meluncurkan robot Stickman yang bisa melakukan backflip di udara.

(bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *