Menurut Apple, perangkatnya beroperasi dengan baik dalam kisaran suhu 0º sampai 35º C dan perusahaan memperingatkan bahwa jika perangkatnya dalam kondisi yang sangat panas, usia baterai bisa berkurang secara permanen.

Semakin cepat pengisian daya, maka perangkat akan semakin panas. Pengisian wireless juga membuat perangkat iPhone jadi lebih cepat panas dibandingkan dengan mengisi daya iPhone dengan kabel pengisi daya yang disediakan.

Apple memperkenalkan fitur yang disebut Pengoptimalan Pengisi Daya pada iOS 13.

Baca juga: 5 Tips Promosi Usaha Melalui Media Sosial

Fitur ini akan bekerja ketika iPhone dihubungkan ke pengisi daya untuk waktu yang lama, misal pada saat ponsel di-charge di malam hari, yang akan mengontrol pengisian sehingga perangkat terisi cepat hingga 80%. Sisa baterai 20% terakhir akan dilanjutkan di pagi hari sehingga ponsel tidak akan terlalu panas.

Dengan memahami metode ini, kamu bisa mengubah gaya pengisian daya ponselmu agar baterai ponsel tetap awet.

Hindari mengisi daya ketika ponselmu akan ditinggal dalam waktu yang lama seperti ketika akan ditinggal tidur.

Selain itu, hindari menggunakan pengisi daya nirkabel yang juga tidak stabil untuk mengisi baterai sehari semalam, karena ponselmu bisa terkena panas tanpa menerima pengisian daya.

Baca juga: 7 Tips Memulai dan Mengembangkan Usaha Kuliner

Untuk mengisi daya pada siang hari, fast charging akan bermanfaat karena kamu bisa mengawasi proses pengisian daya. Ketika harus mengisi daya pada malam hari, gunakan kabel pengisi daya yang lebih lambat sehingga panas yang diterima ponsel lebih minim.

Selain itu, ketika mengisi daya di siang hari, cukup isi daya baterai sampai 80% agar panas yang diterima ponsel lebih rendah.

Dengan menjaga kondisi suhu ponsel, baterai akan bisa bertahan lebih lama. Baterai yang lebih lama juga akan memperpanjang umur ponsel. Selamat mencoba!

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *