Ilustrasi HL Merger dan Akuisisi

Perusahaan milik pebisnis Chairul Tanjung, PT Mega Corpora berencana membeli 3, 08 miliar unit saham Bank Harda Internasional, setara 73, 71% total saham. Padahal, Mega Corpora sudah memiliki dua bank, yaitu Bank Mega dengan porsi kepemilikan saham 58, 01% dan Bank Mega Syariah sebesar 99, 99%.

Dengan akuisisi ini, Mega Corpora tidak berencana untuk menggabungkan atau merger Bank Harda dengan Bank Mega atau Bank Mega Syariah. Langkah Bank Mega berbeda dengan Bank Central Asia (BCA) yang mengakuisisi Bank Interim, sebelumnya bernama Rabobank Internasional, untuk digabungkan dengan BCA Syariah. 

“Menurut rencana Mega Corpora, Bank Harda tidak akan dimerger dengan Bank Mega, ” kata Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib kepada Katadata.co.id, Rabu (4/11). Namun, Kostaman tak memberikan penjelasan lebih lanjut. 

Selain Bank Mega dan Bank Mega Syariah, Mega …

Selengkapnya : Menebak Arah Bisnis Chairul Tanjung dengan Akuisisi Bank Harda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *