Foto: Netralnews

Teknik pencurian dana modal skimming dan phising merupakan beberapa teknik populer yang sering dilakukan oleh pembobol untuk mendapatkan data pemilik kartu kredit dan mencuri dana pemilik kartu.

Skimming adalah teknik yang digunakan oleh pencuri data kartu kredit di mana pencuri tersebut menempatkan alat tersembunyi yang mampu merekam data kartu dari strip magnetic kartu di mesin ATM.

Phising adalah sebuah metode penipuan di mana penipu mengelabui target dengan maksud mencuri data target. Dengan kata lain, phising adalah teknik mencuri informasi penting dengan mengambil alih akun korban.

Tips Mencegah Pembobolan Kartu Kredit 

Sayangnya, kerugian dari pencurian ini tidak akan digantikan oleh pihak bank. Ini berarti pemilik kartu kredit harus menanggung sendiri kerugian yang diderita.

Namun, untungnya, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tindakan kejahatan pembobolan kartu kredit terjadi.

#1 Merahasiakan Informasi Kartu Kredit (H3)

Informasi kartu kredit sifatnya rahasia. Informasi ini juga yang nantinya akan dijadikan kunci untuk membobol kartu kredit seseorang. Di dalam kartu kredit terdapat informasi penting seperti:

  • Nama lengkap
  • Nomor kartu
  • Masa berlakunya kartu
  • Kode CVV 

Seluruh informasi ini seharusnya disimpan dan dirahasiakan dan jangan sembarangan membagikan informasi tersebut. Selalu lakukan double check untuk setiap permintaan informasi kartu kredit baik melalui email, telepon atau SMS dan dari pihak manapun.

Baca Juga: Kartu Kredit Overlimit, Apa yang Harus Dilakukan Pertama Kali?

#2 Melengkapi Kartu Kredit dengan PIN (H3)

Sebelumnya, tanda tangan dapat digunakan untuk memverifikasi penggunaan kartu kredit. Namun, keamanan kartu dengan menggunakan tanda tangan kurang efektif.

Per tanggal 1 Juli 2020, seluruh kartu kredit di Indonesia wajib menggunakan PIN (Personal Identification Number). Penggunaan PIN ini sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 16/25/DKSP yang terbit pada akhir 2014.

Penggunaan PIN dinilai lebih aman karena berbagai hal. Yang pertama, PIN bersifat pribadi dan yang mengetahui PIN hanyalah Anda pribadi. Dengan itu, PIN akan lebih sulit disalahgunakan dan lebih aman.

Kedua, penggunaan PIN akan menyulitkan penggunaan kartu kredit yang telah pindah tangan. Manfaat lainnya adalah kartu kredit yang telah menggunakan PIN dapat digunakan untuk transaksi di luar negeri.

#3 Berhati-hati dalam Bertransaksi (H3)

Salah satu platform yang menjadi incaran pembobolan kartu kredit adalah transaksi online. Untuk itu, Anda harus memperhatikan alamat situs tempat Anda melakukan transaksi. Pastikan situs tersebut terpercaya. Selain itu, perhatikan apakah situs dilengkapi dengan protokol keamanan https.

Pada saat melakukan transaksi online, hindari menggunakan transaksi dengan wifi umum karena pembobol kartu kredit akan lebih mudah mengekstrak data Anda.

Selain itu, platform e-commerce yang aman biasanya sudah menggunakan teknologi OTP (One Time Password). Kode OTP akan dikirimkan oleh pihak bank ke nomor kontak pemilik kartu kredit yang terdaftar. Cara ini memastikan keamanan yang berlapis.

Jika pada saat Anda melakukan transaksi online, muncul situs aneh yang tidak Anda kenal misalnya yang meminta Anda untuk memasukkan password berulang kali, langsung tutup saja browser tersebut.

Spyware dan malware dapat ditanamkan pada situs tersebut dan dapat mengambil informasi kartu Anda.Tidak hanya transaksi online, Anda pun harus berhati-hati dalam bertransaksi offline.

Pastikan kartu Anda digesek SATU KALI dengan jumlah yang sesuai dengan kuitansi.Setelah itu, selalu simpan bukti transaksi agar Anda dapat mencocokkan jumlah dengan tagihan yang nantinya akan Anda bayar. Jika ada transaksi yang tidak sesuai, maka segera laporkan transaksi tersebut kepada pihak bank.

#4 Simpan Kartu Kredit di Tempat Aman (H3)

Seringkali pengguna kartu kredit menyimpan kartu kredit di tempat yang kurang aman, misalnya di kantong celana atau di kantong tas agar lebih mudah ketika diambil.

Namun, tempat yang mudah Anda jangkau tersebut juga mungkin tidak aman. Oleh karena itu, simpan kartu kredit di tempat yang aman dan mudah diingat. Dan setiap Anda selesai menggunakan kartu kredit, simpan kembali di tempat tersebut.

Baca Juga: 3+ Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Mendapatkan Kartu Kredit Terbaik

#5 Jika Hilang, Segera Blokir Kartu Kredit (H3)

Jika seandainya kartu kredit Anda hilang, terjatuh atau dicuri orang, maka Anda harus segera menghubungi pihak bank untuk melaporkan kejadian.

Informasikan secara detail transaksi terakhir yang Anda lakukan yang Anda ingat, kemudian tempat hilangnya kartu kredit.Pastikan bahwa pihak bank telah melakukan blokir kartu dan memastikan bahwa kartu kredit sudah tidak dapat digunakan

#6 Aktifkan Notifikasi (H3)

Biasanya pihak perbankan akan memberikan pilihan untuk mengaktifkan notifikasi baik via email atau SMS. Notifikasi ini akan dikirimkan setiap ada transaksi yang dilakukan.

Dalam notifikasi tersebut, akan diinformasikan jumlah transaksi yang dilakukan, nama merchant dan tanggal transaksi. Dengan cara ini, Anda dapat melakukan verifikasi transaksi dengan instan dan mudah.

Setelah membaca artikel ini, semoga Anda lebih mengerti cara yang tepat untuk mengamankan kartu kredit dan menggunakan kartu kredit dengan tenang dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *