Para peneliti di University of Colorado Boulder sedang mengembangkan perangkat elektronik wearable berupa papan sirkuit yang elastis dan dapat didaur ulang, yang terinspirasi oleh kulit manusia.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Jianliang Xiao dan Wei Zhang menjelaskan ‘kulit elektronik’ barunya dalam sebuah jurnal yang diterbitkan di kumpulan jurnal Science Advances.

Perangkat ini bisa memperbaiki dirinya sendiri jika ada kerusakan, seperti kulit asli. Perangkat ini juga bisa diandalkan dalam melakukan berbagai tugas sensorik, mulai dari mengukur suhu tubuh pengguna hingga melacak jumlah langkah harian mereka. Lebih keren lagi, perangkat ini bisa dikonfigurasi ulang, alias bisa dibentuk agar bisa digunakan di mana saja di tubuh pengguna.

“Perangkat ini bisa digunakan seperti jam tangan dengan meletakkannya di pergelangan tangan,” kata Xiao, seorang profesor di Departemen Teknik Mesin Paul M. Rady di CU Boulder. “Jika ingin dipakai seperti kalung, bisa diletakkan di leher.”

Baca juga: Blackview BL6000 Pro, Ponsel 5G Tahan Banting di Suhu -30℃

Foto: Chuanqian Shi

Xiao berharap kreasi ini bisa membantu menata kembali kemampuan perangkat wearable. Kelompok peneliti mengatakan bahwa suatu hari, kulit berteknologi tinggi seperti itu memungkinkan orang mengumpulkan data akurat tentang tubuh mereka — sambil mengurangi jumlah limbah elektronik dunia yang melonjak.

“Secara fungsional, smartwatch berfungsi dengan baik, namun bentuknya selalu berupa potongan logam besar yang dipasang pada pita,” kata Zhang, seorang profesor Departemen Kimia. “Jika menginginkan perangkat yang benar-benar dapat dikenakan, maka, film tipis yang dapat dipasang dengan nyaman ke tubuh adalah solusinya.”

Film tipis dan nyaman telah lama menjadi pokok dalam film fiksi ilmiah, contohnya adalah kulit terkelupas dari wajah Arnold Schwarzenegger dalam franchise film Terminator. “Penelitian kami agak mengarah ke sana, tapi jalan kami masih panjang,” kata Zhang.

Xiao dan rekan-rekannya menggunakan sablon untuk membuat jaringan kabel logam cair yang diapit di antara dua film tipis yang terbuat dari bahan yang sangat fleksibel disebut polimina.

Baca juga: Tencent Susun Strategi, PUBG Siap Kembali ke India

Uniknya, komponen ini bisa ‘menyembuhkan diri’ sendiri ketika rusak dengan cara mencubit area yang rusak menjadi satu. Dalam beberapa menit, ikatan yang menyatukan bahan polimina akan mulai terbentuk kembali dan dalam 13 menit, kerusakan hampir seluruhnya tidak terdeteksi.

Perangkat ini sedikit lebih tebal daripada plester luka dan bisa meregang sampai 60% ke segala arah tanpa mengganggu komponen elektronik di dalamnya.

Foto: Chuanqian Shi

Xiao menambahkan bahwa proyek tersebut juga mewakili pendekatan baru dalam pembuatan elektronik yang lebih ramah lingkungan. Diperkirakan pada tahun 2021 manusia akan menghasilkan lebih dari 55 juta ton sampah dalam bentuk smartphone, laptop, dan elektronik lain yang dibuang.

Jika dicelupkan dalam larutan daur ulang, polimina akan terdepolimer alias terpisah menjadi molekul komponennya-, sementara komponen elektronik tetap utuh dan nantinya dapat digunakan kembali.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *