Edsus Cashless

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menilai perlu ada penguatan regulasi di tengah lonjakan transaksi teknologi finansial (fintech) saat  pandemi corona. Mereka mengusulkan tiga hal yakni perlunya Undang-undang (UU), serta mengatur kolaborasi dan keamanan.

Sekretaris Jendral Aftech Karaniya Dharmasaputra menilai, perlu ada UU yang mengatur tentang fintech. Selama ini, payung hukum industri berupa peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan Bank Indonesia (BI).

“BI dan OJK harus mengadopsi aturan dasar. Ini bisa dimasukkan ke dalam UU, karena penting, ” kata Karaniya dalam acara Indonesia Fintech Summit (IFS) 2020, Rabu (11/11).

Kedua, perlu mengatur tentang kolaborasi fintech. “Perlu regulasi yang lebih terintegrasi, ” katanya. Sebab, aturan yang berbeda antar-platform mempersulit perusahaan untuk bekerja sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *