Foto: TechCrunch

Teknologi.id – Filter selfie telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, tetapi perusahaan di garis depan teknologi melihat banyak ruang untuk berkembang. Dunia kosmetik juga telah melihat beberapa perubahan cepat dalam beberapa tahun terakhir, karena riasan telah terbukti sangat matang untuk merek-merek yang didukung langsung ke konsumen dan influencer yang di-endorse.

Banyak merek lawas yang pendapatannya menurun, sementara yang lain terbukti tangguh dengan mengandalkan tren saluran penjualan dan teknologi baru. Di tahun 2018 lalu, L’Oréal membuat keputusan menarik untuk membeli perusahaan filter augmented reality (AR) bernama “Modiface“.

Melaju pesat ke tahun 2020, mereka telah memilih untuk meluncurkan sederet filter selfie ‘virtual make-up‘. Filter “Signature Faces” memamerkan riasan mata, lipstik, dan produk rambut dari perusahaan asal Perancis itu.

Baca Juga:  Cara Membuat Filter Instagram Sendiri, Gampang Banget!

Ada 10 filter virtual dalam tiga tema: “volumising capsules”, “plump shot” dan “fire match”. Konsumen dapat bereksperimen dengan berbagai tekstur riasan. Koleksi “Signature Faces” diciptakan bersama oleh Val Garland, penata rias global L’Oréal Paris, dan seniman 3D Ariel Lu dan Sylvain Gaussens.

Foto: CampaignLive

Pascal Rotteveel, direktur kreatif eksekutif Western Europe at Virtue, mengatakan bahwa ide tersebut lahir dari wawasan dimana konsumen, khususnya orang-orang muda “Gen Z”, ingin lebih bersosialisasi tentang panggilan video, tetapi mereka tidak memanfaatkan platform ini untuk kemampuannya dalam hal ekspresi diri.

Mereka sudah cukup luas dengan peluncuran yang mendukung Instagram, Snapchat, Snap Camera, dan Google Duo. Dukungan Snap Camera secara khusus memungkinkan selfie di banyak layanan obrolan video, seperti Houseparty dan Zoom.

L’Oréal memasarkan selfie ini sebagai cara untuk meningkatkan penampilan konsumen saat melakukan panggilan video secara khusus. Konsumen dapat memeriksa detail lebih lanjut mengenai dimana mereka dapat menggunakan filter di situs resmi L’Oréal.

Baca Juga: Kampanye #filterdrop untuk Dukung Wanita Selfie tanpa Filter

Dalam hal filter itu sendiri, tidak ada yang lebih maju dari mereka selain filter selfie yang berpusat pada make-up dan telah beredar di aplikasi Snapchat selama bertahun-tahun. Tidak jelas apakah teknologi atau kebiasaan konsumen sudah ada, tetapi masuk akal jika segala sesuatu yang direncanakan perusahaan bisa bergerak ke arah itu.

Terlebih, aplikasi media sosial mulai mendorong lebih fokus untuk menjadi platform perdagangan. Demonstrasi ‘virtual make-up’ L’Oréal dapat membantu perusahaan untuk terhubung dengan konsumen online dan mendorong lebih banyak keuntungan e-commerce.

(bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *