Minuman Alkohol

Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Alkohol. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menilai, beleid tersebut akan berdampak buruk bagi pariwisata Indonesia.

Ia pun berharap, sebagian besar fraksi dapat menolak untuk membahas lebih lanjut terkait draf aturan tersebut. “PHRI dan seluruh stakeholders, asosiasi pariwisata, menolak RUU tersebut. Dari judul saja provokatif, larangan. Jadi sangat konotatif, ” kata Hariyadi saat konferensi pers di kantornya Jakarta, Senin (16/11).

Ketua Hubungan Antar Lembaga PHRI Bambang Britono mengatakan, RUU Larangan Minuman Alkohol menjadi kontraproduktif dengan tujuan industri pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Ia pun menyebutkan, aturan tersebut telah menjadi perbincangan hangat di dalam dan luar negeri. Menurutnya, dunia global tengah mempertanyakan adanya aturan yang mengatur produsen, importir, distributor, hingga konsumen minuman beralkohol. “Mereka bertanya, ‘Apa yang terjadi di Indonesi?’ Karena orang konsumsi alkohol bisa dikriminalisasi, ” katanya.

Ia pun memastikan, industri alkhohol …

Selengkapnya : Demi Wisatawan, Pengusaha Hotel Tolak RUU Larangan Minuman Beralkohol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *