Virtual Reality tidak bisa dibilang “reality” tanpa sensasi sentuhan. Ilmuwan Cornell telah mengembangkan bentuk baru sensor kulit yang dapat diregangkan, dilengkapi dengan serat optik untuk memberikan sensor pada indra peraba.

Para ilmuwan tersebut merancang sebuah prototipe sarung tangan dengan pemandu lampu yang bisa direnggangkan dengan satu inti poliuretan transparan sera inti yang terhubung dengan LED yang dilengkapi dengan pewarna penyerap.

Baca juga: Yuk Beli Emas Pertamamu di Lakuemas #EMASPERTAMAGUE

Ketika jari ditekuk atau mendapat tekanan, pewarna tersebut akan berfungsi sebagai encode spasial yang menyala dan mencatat apa dan dimana tekanan tersebut terjadi.

Teknologi ini masih berupa cetakan 3D yang dilengkapi dengan Bluetooth, baterai, dan sirkuit dasar.

Meskipun belum sempurna, potensi teknologi ini sudah jelas. Sarung tangan VR ini bisa memberi umpan bali kepada para penggunanya ketika menyentuh dan mengambil objek virtual.

Baca juga: Wow! Resident Evil 3 Bisa Ubah Warna Lampu DualSense PS5

Mungkin hasilnya tidak sempurna, namun setidaknya pengguna bisa ‘menyentuh’ hal yang terasa nyata ketika melakukan kontak dengan suatu benda virtual.

Teknologi ini juga disebut bisa memberikan ‘rasa’ sentuhan bagi robot yang membantu mereka bereaksi terhadap lingkungan dan menangani objek halus dengan lebih baik.

Jika perkembangannya positif, satu-satunya indra yang belum dikembangkan secara sempurna di VR adalah indra pembauan.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *