BeritaNasional.ID,SITUBONDO – Hutan Mangrove seluas 6,3 hektar dengan pohon tegakan mangrove 12.600 pohon dengan tebal mangrove kurang dari 1 km di kampung Blekok Desa Klatakan Kecamatan Kendit inilah membuat Kabupaten Situbondo meraih Terbaik ke II dalam Kompetensi Kelompok Budaya Kerja (KBK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020.

Penyerahan Penghargaan Terbaik ke II KBK Mangrovenesia diberikan oleh Gubenur Jawa Timur Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si kepada Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH. Bertempat di Hotel Singhasana Kota Batu Malang, Jum’at 13/11/2020 kemarin.

“Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Situbondo, memang ini buah jerih payah DLH kita dalam menegelola hutan mangrove kita, tapi peran masyarakat jualah yang berhasil merawat mangrove sehingga daerah kita dapat penghargaan ini,” singkat Bupati Dadang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo Kholil, SP, MP mengatakan salah satu upaya DLH kabupaten Situbondo dalamrangka melakukan konservasi perlindungan terhadap mangrove dan burung air adalah dengan membuat kelompok budaya kerja.

“Kelompok budaya kerja inilah yang menginisiasi dan menggerakkan masyarakat disekitar kampung blekok agar ikut peduli menjaga dan mengkonservasi hutan mangrove dan burung air,” kata Kholil. Kamis 19/11/2020.

Agar masyarakat dan pengunjung semangat dalam menjaga kelestarian, maka dipakilah konsep berbasis ekonomi, sehingga masyarakat bisa mendapat peningkatan ekonomi tanpa merusak populasi burung dan pohon mangrove.

“Kita ada paket mangrove cinta, Wisatawan yang datang ke kampung Blekok, dia bisa membeli paket itu wisatawan bisa melakukan penanaman mangrov yang ditulis dengan nama masing – masing dengan harga Rp 10 – 20 ribu, uangnya dikelola oleh masyarakat,”jelasnya.

Khusus wisatawan Mancanegara disiapkan paket operasi anak burung blekok yang jatuh ketanah di tengah hutan mangrove sebelum dimakan oleh Biawak dan ular kemudian dirawat dikandang perawatan.

“Anak burung yang ditemukan itu akan diberikan gelang bertulis nama sesuai penemunya (wisatawan asing) apabila bila nanti anak burung tersebut sudah dewasa kita akan kabari Wisatawan tersebut apakah mau hadir merilis sendiri atau DLh yang merilis ke alam,” Paparnya.

Keberadaan hutan bakau berikut burung airnya yang sudah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Situbondo, menurut Kholil sudah mampu menunjang geliat ekonomi masyarakat sekitar.

Ada sekitar 10 jenis mangrove tegakan di Kampung Blekok Yaitu Soneratia Alba, Rhizophora Mucronata, Rhizophora Stylosa, Rhizophora Apiculata, Avicennia Alba, Avicennia Marina, Acanthus Ilicifoius, excoecaria Agallocha, dan Hibiscus Tiliaceus.

Sedangkan burung air yang ditemukan di Kampung Blekok ada 11 jenis burung yaitu Cangak Merah, Kuntul Besar, Kuntul Kecil, Kuntul Kerbau, Kowak Malam Abu, Blekok Sawah, Kokokan Laut, Kareo Padi, Gajahan Pengala, Trinil Pantai dan Cerek Jawa.

Dari 11 jenis burung yang ditemukan, 3 jenis burung masuk kategori dilindungi yaitu Burung Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Gajahan Pengala (Numenius phaeopus).

The post Menengok Hutan Mangrove Kampung Blekok Peraih juara II Manrovenesia se Jatim appeared first on BeritaNasional.ID.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *