Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov baru-baru ini diketahui melontarkan beberapa kritikan tajam pada iPhone 12 Pro.

Bahkan ia memprediksi jika iPhone nantinya bisa saja ditinggal oleh penggunanya. Kritikan ini muncul setelah ia mencoba iPhone 12 Pro.

Bagi Durov, iPhone 12 Pro tampak seperti versi lebih besar dari iPhone 5 yang dirilis tahun 2012. Ia juga merasa bahwa iPhone terbaru ini jelek lantaran memiliki tiga kamera belakang menonjol dengan tiga ketinggian yang berbeda.

Baca juga: Bocoran 7 Fitur iPhone 13 Beredar di Internet, Apa Saja?

Foto: Saluran Durov – Telegram via Entrepreneur

Tak hanya itu, pria berusia 36 tahun ini juga menjelaskan bahwa Notch di iPhone 12 Pro masih terlalu besar dan bezel terlalu lebar. Hal tersebut membuat rasio layar dan bodi iPhone menjadi rendah.

“Baru saja mencoba iPhone 12 Pro, sungguh perangkat yang terasa kikuk. Terlihat dan terasa seperti versi terlalu besar iPhone 5 dari tahun 2012, tapi dengan susunan buruk kamera yang menonjol di tiga ketinggian berbeda. Notch dan bezel masih ada, membuat rasio layar ke bodi iPhone 12 rendah dan secara umum membuat perangkat ini terkesan ketinggalan zaman,” tulisnya dalam microbloging Telegram.

Baca juga: Kekurangan dan Kelebihan iPhone 12 Mini Dibanding iPhone 12

Lebih lanjut, Durov juga mengatakan bahwa setelah kepergian Steve Jobs selama 9 tahun, Apple masih mengandalkan reputasi dan teknologi yang dibangun olehnya.

Apple disebut kurang berinovasi di tahun ini. Durov menambahkan bahwa bukti nyata untuk hal ini adalah penurunan penjualan iPhone tahunan yang mencapai 21% pada awal tahun 2020.

Jika semua ini terus terjadi, pendiri Telegram ini yakin bahwa pangsa pasar perangkat iPhone akan terus menurun dan ditinggalkan pada 7–10 tahun lagi.

“Sembilan tahun setelah Steve Jobs meninggal dunia, dia terus hidup dari teknologi dan reputasi yang dia bangun, tanpa memasukkan inovasi yang signifikan. Tak heran, penjualan iPhone turun 21% di awal tahun ini. Jika tren ini terus berlanjut, dalam 7-10 tahun mendatang pangsa pasar iPhone akan tak berarti (diabaikan) ,” jelas Durov.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *