Ditengah ketidakpastian kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir telah memaksa kita untuk tetap memberlakukan gaya hidup baru atau
“New Normal”, yaitu sebuah kebiasaan baru dengan mengikuti protokol kesehatan
covid 19. 

Salah satu caranya adalah 
perusahaan melakukan pembagian jam kerja serta disiplin menjalankan
protokol kesehatan. Apalagi di DKI Jakarta banyak ditemukan penyebarannya di
klaster perkantoran.
“Kita sudah ingatkan, agar seluruh perkantoran menaati
pembagian jam kerja dua shift,” kata Ketua Satuan Tugas Penanganan
COVID-19 Doni Monardo dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama
Presiden Joko Widodo terkait penanganan COVID-19 belum lama ini.

Dia juga meminta kepada perusahaan untuk membolehkan pekerja
dengan risiko rentan yakni lanjut usia dan penderita penyakit komorbid seperti
kanker, hipertensi, ginjal, jantung, diabetes dan penyakit pernapasan untuk
bekerja dari rumah.
“Kalau ini dilakukan berarti bisa melindungi sebagian
pegawai, data yang kami punya 85 persen angka kematian itu karena memiliki
penyakit komorbid,” kata Doni.

Tantangan yang  akan
timbul berikutnya dengan pola kerja WFH adalah penyesuaian sistem manajemen SDM
yang harus dipersiapkan oleh perusahaan seperti sistem absensi online, jadwal
kerja kustom, dan perhitungan payroll karyawan.
Donny Hardiyan Marcomm Executive PT Bozz Online Solusindo
(Payrollbozz) mengatakan, masih banyak pelaku usaha baik UMKM maupun industri
berskala besar yang masih menggunakan sistem manajemen SDM dengan cara
manual. 

Di era yang serba digital saat ini, sudah saatnya
perusahaan memanfaatkan teknologi untuk dapat mengakomodir kebutuhan manajemen
SDM yang semakin kompleks.
Salah satu teknologi aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk
manajemen SDM perusahaan adalah HRIS (Human Resource Information Systems)
seperti payrollbozz
“HRIS adalah software/aplikasi yang dapat mengorganisir
tata laksana dan tata kelola SDM, data yang ada pada HRIS juga dapat digunakan
sebagai sumber informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan.”
jelas Donny.

Dengan aplikasi HRIS, para pekerja juga dapat
melakukan absensi online dengan smartphone masing-masing sehingga dapat
menurunkan resiko penularan Covid-19 yang dapat terjadi dibandingkan jika
menggunakan mesin fingerprint.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *