Telaah - Utang

Pandemi Covid-19 membuat pemerintah kian masif menarik utang untuk membiayai belanja negara di tengah penerimaan negara yang anjlok. Total utang pemerintah hingga Oktober 2020 mencapai Rp 5.877, 71 triliun, melonjak 23, 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Seiring utang yang meningkat, beban pembayaran bunga utang pun ikut terkerek. Namun, kenaikannya tak setinggi outstanding utang yakni mencapai 14% menjadi Rp 261, 6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, imbal hasil surat berharga negara mengalami perbaikan seiring tekanan di pasar keuangan yang semakin mereda. Sepanjang tahun ini, rata-rata imbal hasil SBN rupiah tenor 10 tahun turun 12, 44%, sedangkan dalam dolar AS turun hingga 30, 44%.

“Kalau yield turun berarti beban bunga utang kita menurun, ” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita edisi November 2020 di Jakarta, Senin (25/11).

Utang pemerintah pada Oktober bertambah lebih dari Rp 100 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 5.756 triliun. Secara perinci, utang pemerintah …

Selengkapnya : Lebih Ringan Langkah Pemerintah Tarik Utang Berkat Era Bunga Rendah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *