Foto: Search Engine Journal

Teknologi.id – Twitter pernah menghentikan program pendaftaran verifikasi centang biru tiga tahun lalu. Di tahun 2021 nanti, Twitter memutuskan untuk membuka lagi pendaftaran untuk para pengguna yang ingin mendapat centang biru di akunnya.

Centang biru pada akun Twitter ini berguna untuk menunjukkan bahwa akun tersebut asli, karena terkadang banyak akun gadungan yang berpura-pura menjadi akun original dengan maksud tujuan yang tidak baik.

Salah satu syarat untuk mendapat verifikasi, akun Twitter tersebut harus aktif dan tersedia untuk publik. Selain itu, ada kebijakan baru yang harus ditaati oleh pendaftar.

Baca Juga: Vaksin Sputnik V Memiliki Kemanjuran 95 Persen, Kata Rusia

Seperti yang ditulis Twitter dalam blognya, “Kebijakan ini akan menjadi dasar untuk perbaikan di waktu mendatang dengan mendefinisikan apa itu verifikasi, siapa yang berhak mendapatkan verifikasi, dan kenapa beberapa akun bisa kehilangan verifikasinya – untuk menjamin proses tersebut terlaksana dengan adil,”

Twitter juga menambahkan bahwa proses pendaftaran verifikasi ini akan tersedia di awal 2021. Ada enam jenis akun yang akan mendapatkan verifikasi centang biru, yaitu:

  • Akun pemerintahan
  • Akun perusahaan, merek, dan organisasi non-profit
  • Akun media
  • Akun hiburan
  • Akun olahraga, dan
  • Akun aktivis, serta akun personal berpengaruh

Ada ketentuan tersendiri untuk setiap akun agar bisa terverifikasi. Untuk akun pemerintahan, setidaknya akun tersebut pernah diberitakan di media berita ataupun situs milik pemerintah.

Baca Juga: Sony Konfirmasi PS5 Siap Restock, Penggemar Keluhkan Calo

Akun Twitter yang ingin terverifikasi pun harus aktif dan memiliki profil yang lengkap. Profil yang dimaksud adalah menggunakan foto asli, login selama enam bulan terakhir, menyantumkan nomor telepon yang telah dikonfirmasi dan alamat email, serta tidak melanggar aturan Twitter yang menyebabkan akun tersebut ditangguhkan.

Akun yang sudah terverifikasi centang biru pun bisa kehilangan verifikasinya. Jika akun tersebut tidak lagi aktif, profilnya tidak lengkap, atau pernah melanggar peraturan Twitter berkali-kali, maka verifikasinya bisa saja dicabut.

Sebelum melakukan verifikasi, Twitter akan meminta saran dan masukan dari pengguna untuk memperbarui kebijakan verifikasinya. Pengguna Twitter bisa mengisi survei  yang telah disediakan atau bisa melalui tweet/cuitan dengan tagar #VerificationFeedback.

Perlu diingat bahwa penerimaan saran dan masukan dari pengguna hanya sampai tanggal 8 Desember 2020 dan keputusan akhir mengenai kebijakannya akan diumumkan tanggal 17 Desember 2020.

(rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *