Perkembangan teknologi yang semakin cepat dari waktu ke waktu membawa dampak positif dan perubahan besar bagi kemudahan hidup di era masyarakat modern saat ini. Tidak hanya membawa kemudahan, beberapa teknologi mampu mendobrak pintu sebuah sistem yang konvensional dan berbelit-belit menjadi transparan dan efisien. Teknologi juga membantu banyak hal dalam bidang tata kota, kesehatan, perekonomian, dll.

Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi juga sedang berada di jalur cepat. Banyak perusahaan teknologi berlomba-lomba memajukan Indonesia lewat berbagai layanan maupun produknya, yang sebagian bekerja sama dengan pemerintah. Berikut adalah 5 perusahaan IT yang berkontribusi dan memberikan solusi bagi pemerintah Indonesia di bidang teknologi :

Baca Juga : AI DeepMind Menjawab Salah Satu Tantangan Terbesar Biologi

1. Cartenz Group

Foto : Glints

Cartenz Group (PT Cartenz Technology Indonesia) adalah perusahaan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK atau ICT) terkemuka yang bertujuan untuk memberikan kejelasan dan transparansi dalam bisnis melalui solusi teknologi inovatif. Perusahaan yang didirikan oleh Gito Wahyudi ini menyediakan layanan bagi semua tingkat instansi dan industri dalam pemanfaatan sistem informasi yang andal dan terintegrasi. Cartenz Group menjalin kemitraan dengan pemerintah, bisnis, maupun LSM untuk berinovasi dalam teknologi di Indonesia yang lebih baik.

Solusi layanan IT yang ditawarkan oleh Cartenz Group kepada pemerintah salah satunya ialah modernisasi sistem pajak online, dengan memberikan electronic fiscal devices (Alat Fiskal Elektronik) pada proyek Toska (Tax Online System for Jakarta). Layanan e-government tersebut dapat membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan pajak yang menjadi peranan vital bagi sebuah negara. Hal itu sekaligus bisa mencegah terjadinya penggelapan dan manipulasi laporan pajak, karena sistem tersebut telah dirancang transparan dan terintegrasi oleh Cartenz Group. Dengan hadirnya solusi yang dibawa Cartenz Group ini, tindak korupsi juga dapat dihindari dan dana pajak dapat digunakan semaksimal mungkin, sebagaimana mestinya.

2. Qlue

Foto : Tech in Asia

Qlue (PT Qlue Performa Indonesia) adalah perusahaan teknologi yang mengembangkan ekosistem Smart City di Indonesia. Perusahaan yang resmi berdiri di tahun 2014 ini, didirikan oleh Raditya Maulana Rusdi (Rama Raditya) dan Andre Hutagalung. Rama mengembangkan Qlue untuk mendorong pemerintah dan pengambil keputusan agar lebih komunikatif, transparan, dan inklusif. Sementara itu, Andre mengembangkan layanan solusi berbasis AI dan Algoritma Deep Learning, untuk memberikan berbagai inovasi teknologi, solusi real-time, dalam memberikan analisis dan rekomendasi kepada pembuat kebijakan, pemerintah, dan perusahaan.

Salah satu layanan unggulan yang diberikan oleh Qlue adalah implementasi Smart City untuk tata kelola kota yang lebih baik dan efisien. Berdasarkan profilnya, Qlue diketahui bekerja sama dengan Pemerintah Jakarta dalam menerapkan konsep Smart City pertama di Indonesia. Dalam kurun waktu 4 tahun kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, Qlue berhasil menurunkan titik potensi banjir sebesar 94%, meningkatkan kinerja pemerintah sebesar 61,4%, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sebesar 47%. Sebagai hasil dari pencapaian tersebut, Qlue menerima berbagai penghargaan, antara lain Global Smart City Contest oleh World Smart City Organization di London dan Best M-Government Service Award dari KTT Pemerintah Dunia di Dubai (2019).

3. Sagara Technology

Foto : Sagara Technology

Sagara Technology (PT Sagara Asia Teknologi) merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang bergerak di bidang produksi dan pengembangan software, mulai dari layanan website development, e-commerce, pengembangan aplikasi Android dan iOS, big data, hingga pelatihan tenaga kerja IT. Perusahaan yang sebelumnya bernama Sagara Asia ini didirikan oleh Adi Arriansyah pada tahun 2014. Sagara Technology bekerja sama dengan beberapa klien terkemuka dari pemerintah, sektor swasta, organisasi internasional, dan LSM untuk membuat sistem teknologi yang bermanfaat dalam meningkatkan kinerja suatu lembaga.

Dari sekian banyak kemitraan dan solusi layanan IT yang diberikan oleh Sagara Technology, salah satunya yaitu pada tahun ini mereka menjalin kerja sama dengan BRI dalam meluncurkan 6 produk fintech dalam kurun waktu 2 bulan saja. Ke-6 produk tersebut yakni Platform Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengajuan pinjaman, Ceria Cashout untuk pencairan pinjaman melalui aplikasi, Ceria Modal Kerja untuk pengajuan pinjaman modal kerja, Briguna untuk pinjaman mikro perseorangan, Dashboard UMI untuk memonitor status usaha mikro yang menjadi debitur, dan Pasar Digital UMK. Solusi tersebut berhasil mendongkrak kembali perekonomian di sektor UMKM di Indonesia, yang sempat melempem akibat pandemi COVID-19.

4. Dimension Data Indonesia

Foto : Dimension Data

Dimension Data Indonesia (PT Dimension Data Indonesia) merupakan salah satu perusahaan teknologi global yang menyediakan layanan IT untuk pemerintah Indonesia. Perusahaan ini diketahui telah melebur dengan NTT Communications pada 2019 dan saat ini tergabung dalam anggota Grup NTT Ltd., yang merupakan salah satu perusahaan teknologi terkemuka dunia. NTT Ltd. diketahui telah bermitra dengan lebih dari 10.000 klien di seluruh dunia, termasuk organisasi terkemuka yang bergerak pada sektor jasa keuangan, farmasi, telekomunikasi, energi & utilitas, manufaktur, otomotif dan teknologi.

Salah satu bentuk kerjasama Dimension Data Indonesia dengan pemerintah Indonesia ialah pihaknya pernah melakukan implementasi aplikasi berbasis SAP, dalam menghadirkan solusi menyeluruh untuk pasar TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi) di Indonesia. Hendra Lesmana yang saat ini menjabat sebagai CEO PT Dimension Data Indonesia juga pernah mengungkap temuan eksklusifnya mengenai ancaman siber yang dijelaskan dalam “Panduan eksekutif untuk Laporan Intelijen Ancaman Siber Global 2019 yang dikeluarkan oleh NTT Security”. Saat ini, PT Dimension Data Indonesia yang tergabung dalam NTT Ltd. membangun pusat data di Cikarang, Bekasi bernama Jakarta3 Data Center yang diramalkan bakal menjadi data center terbesar di Indonesia. Jakarta3 Data Center ini diharapkan dapat dibuka pada semester pertama tahun 2021.

5. Nodeflux

Foto : Google Cloud

Nodeflux (PT Nodeflux Teknologi Indonesia) adalah perusahaan startup teknologi dari Jakarta, Indonesia yang dirintis oleh Meidy Fitranto dan Faris Rahman sejak tahun 2016.

Nodeflux menyediakan computer vision dengan pembelajaran mendalam untuk memecahkan banyak masalah menantang dengan memperluas penglihatan menggunakan Artificial Intelligence (AI). Dari tahun 2016, perusahaan ini menawarkan berbagai macam produk dan solusi yang diimplemantasikan pada berbagai sektor seperti Smart Cities; Defence & Security; Traffic Surveillance Management; Asset & Facilities Management; Retail & Wholesale Store Analysis, Advertising, Transportation, dll.

Solusi yang ditawarkan Nodeflux bagi pemerintah Indonesia salah satunya adalah dengan mengembangkan VisionAIre, yang merupakan sebuah platform berbasis AI. Nodeflux VisionAire dapat digunakan ke semua jenis sumber, baik CCTV, webcam, telepon, kamera, dll. Berbagai macam aturan logika dapat diterapkan, bahkan dapat disesuaikan secara khusus hanya untuk kebutuhan proses bisnis klien. Solusi ini cukup fleksibel dan dapat dikembangkan untuk berbagai sektor, seperti pemerintahan, pemasaran, periklanan, jasa keuangan dan pelayanan konsumen. Untuk sektor Smart City Government, VisionAIre memberikan tiga macam solusi; yakni VisionAIre Traffic Management & Surveillance, VisionAIre Public Safety, dan VisionAIre Law Enforcement.

Baca Juga : Sagara Technology Ajak Generasi Muda Jadi Pengusaha Startup Digital

(af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *