Foto: Engadget

Teknologi.id – Massachusetts dapat membuat sejarah sebagai negara bagian pertama yang mengeluarkan larangan penggunaan teknologi pengenal wajah (face recognition) oleh penegak hukum (2/12/2020).

Anggota parlemen DPR dan senat negara bagian telah menyetujui RUU reformasi polisi yang akan melarang departemen kepolisian dan badan publik lainnya menggunakan sistem pengenalan wajah. Seperti yang dicatat Forbes, akan ada pengecualian, seperti jika polisi dapat memperoleh surat perintah untuk menggunakan pengenalan wajah terhadap SIM seseorang.

Baca juga: Teknologi Pengenal Wajah dan Pemindai Suhu yang Terintegrasi

Petugas juga dapat menulis permintaan untuk dapat menggunakan teknologi tersebut jika mereka dapat menunjukkan bukti yang diperlukan untuk mencegah cedera serius atau kematian. Selain larangan pengenal wajah, RUU reformasi kepolisian juga melarang polisi menggunakan chokehold dan peluru karet.

Ini membatasi penggunaan gas air mata dan juga bahan kimia lainnya. Namun, sebelum negara dapat menerapkan aturannya, Gubernur Charlie Baker harus menandatanganinya menjadi undang-undang. Beberapa kota di AS telah mengeluarkan larangan teknologi pengenal wajah yang serupa selama beberapa tahun terakhir.

San Francisco menjadi kota pertama yang melarang penggunaannya pada Mei 2019, diikuti oleh Somerville, dan Oakland, California. Boston melarang teknologi tersebut pada bulan Juni, sementara Portland, Maine baru mengikuti November ini.

Aturan kota-kota itu, seperti Massachusetts, hanya melarang penggunaan pengenalan wajah oleh penegak hukum dan pejabat pemerintah. Kembali pada bulan September, pejabat di Portland, Oregon mengeluarkan larangan kota yang paling ketat pada pengenal wajah di negara bagian tersebut, bahkan mencegah bisnis swasta untuk menerapkan teknologi di ruang publik.

Baca juga: ShopeePay Pakai Pengenal Wajah dan Sidik Jari buat Transaksi

Kade Crockford dari ACLU Massachusetts mengatakan kepada TechCrunch dalam sebuah pernyataan bahwa warga tidak perlu takut jika pemerintah melacak dan mengidentifikasi wajah mereka kemanapun mereka pergi, atau menghadapi penangkapan yang salah karena bias.

Mereka memuji badan legislatif yang mengajukan rancangan undang-undang untuk melindungi semua penduduk Massachusetts dari teknologi pengawasan wajah yang tidak diatur.

Sistem pengenalan wajah masih jauh dari sempurna, dan penelitian terus menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin salah mengidentifikasi POC daripada rekan Kaukasia mereka. Penggunaan teknologi tersebut menyebabkan setidaknya dua penangkapan yang salah di Detroit awal tahun ini, dan keduanya adalah orang kulit hitam.

(bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *