Foto: Kompas.com

Teknologi.id – Pandemi Covid-19 sampai saat ini tidak kunjung mereda di Indonesia. Segala upaya telah dilakukan mulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), memakai masker dan mencuci tangan yang merupakan bagian dari protokol kesehatan juga tidak membuat virus Corona pergi dari Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menganggarkan dana sebesar Rp31 triliun di tahun 2021 untuk pengadaan vaksin Corona. Dana tersebut masuk ke dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dan program penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Ingatkan YouTuber untuk Jangan Lupa Bayar Pajak

“Untuk klaster kesehatan ada Rp31,8 triliun yang akan dijadikan sebagai cadangan untuk membiayai vaksinasi pada 2021,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual yang dilaksanakan tanggal 1 Desember 2020.

Adanya pencadangan tersebut membuat alokasi dana di klaster tersebut meningkat dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,9 triliun.

Sri Mulyani juga menambahkan pemerintah hanya memakai dana sebesar Rp60 triliun dari klaster kesehatan untuk penanganan virus Corona di tahun ini, dan sisanya akan digunakan untuk kebutuhan vaksinasi.

Baca Juga: Google Luncurkan Layanan Manajemen untuk Bisnis Kecil

Hingga 25 November 2020, realisasi penggunaan dana untuk klaster kesehatan baru sejumlah Rp40,32 triliun. Secara total, dari dana program penangan pandemi Covid-19 dan PEN yang berjumlah Rp695,2 triliun, pemerintah baru menggunakannya sebesar 62,1 persen atau sekitar Rp431,71 triliun.

Jika dipaparkan, dana yang dianggarkan dalam program penanganan pandemi Covid-19 dan PEN mencakup klaster kesehatan sebesar Rp40,31 triliun, sektoral dan pemda sejumlah Rp36,25 triliun, perlindungan sosial Rp207,69 triliun, insentif usaha sebesar Rp46,4 triliun, bantuan untuk UMKM Rp98,76 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp2 triliun.

Sri Mulyani yakin penggunaan atau penyerapan dana pada program penanganan pandemi Covid-19 dan PEN bisa terserap hingga 99,9 persen di akhir tahun ini. Menurutnya, dana sebesar Rp256,67 triliun dapat terserap pada kuartal IV 2020.

(rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *