Salah satu perusahaan pembuat pesawat terbesar ketiga di dunia asal Brasil menjadi korban serangan ransomware. Perusahaan bernama Embraer tersebut telah mengalami kebocoran data perusahaan karena serangan siber ini.

Baca Juga: Hati-hati, Berbagi Power Bank Berisiko Pindahkan Trojan

Dilansir dari detikINET, Selasa (8/12), hal ini dilakukan oleh penjahat siber yang terlibat sebagai bentuk balas dendam karena pihak Embraer menolak untuk bernegosiasi. Penjahat siber ini pun telah membocorkan beberapa file pribadi perusahaan ke publik.

Dalam menangani permasalahan ini, Embraer menolak membayar tebusan ransomware seperti yang diminta penjahat siber, tetapi memilih untuk memulihkan sistem dari backup yang ada.

Data-data Embraer yang bocor dibagikan di website hosting dark web dan dikelola oleh kelompok peretas ransomware, bernama Defray777 atau dikenal dengan RansomExx. Data-data tersebut meliputi detail karyawan, kontrak bisnis, foto simulasi penerbangan, dan kode sumber. Jelas bahwa peretas berhasil masuk dan mencuri berbagai data-data pribadi perusahaan.

Karena kejadian ini, Embraer pun merilis pernyataan resmi. Mereka mengakui telah terjadi pelanggaran keamanan.

Namun, tidak diinformasikan bahwa apakah benar melibatkan ransomware atau pencurian data. Pihak perusahaan juga mengatakan bahwa pelaku kejahatan hanya mengakses salah satu lingkungan data dan insiden ini hanya berdampak sementara terhadap operasional perusahaan.

Perlu diketahui bahwa Embraer termasuk salah satu perusahaan yang mengalami kebocoran data pribadi selama akhir pekan lalu, menurut situs kebocoran RansomExx. Dalam situs tersebut pula, kelompok peretas ini menggunakan platform mereka untuk menekan korban agar menuruti kemauan mereka.

Baca Juga: Google Temukan Celah Keamanan di iOS

Sebelumnya, oleh kelompok peretas, Embraer berulang kali diajak negosiasi dan diperingatkan bahwa data mereka bisa bocor jika tidak memberikan tebusan. Kebocoran data ini tentu merugikan Embraer karena bisa diunduh oleh kompetitor atau menyebabkan perusahaan terjerat hukum perlindungan data.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *