Apakah Anda sudah tahu apa itu customer verification? Jika belum, maka Anda mendarat ke artikel yang sangat tepat. Customer Verification adalah bentuk pemasaran yang dipersonalisasi yang sangat efektif karena melibatkan suku-suku konsumen berdasarkan atribut yang tertanam di dalamnya. Pada praktiknya, menggunakan perangkat lunak untuk verifikasi data pelanggan sangat penting untuk membuat bentuk personalisasi baru ini berfungsi, karena: 

  • Mencegah penipuan
  • Melihat komitmen mereka terhadap merek Anda
  • Memberikan penawaran lebih menarik dengan memastikan eksklusivitasnya. 

Tetapi agar perangkat lunak verifikasi pelanggan benar-benar efektif, Anda harus memilih platform yang tepat. Maka dari itu, kami akan mengulas beberapa tips dalam memilih perangkat lunak atau software yang berfungsi sebagai customer verification.

Baca juga: Kenalan Dengan e-KYC: Pengertian serta Keunggulannya

Gunakan Sumber Data Resmi

Tahukah Anda bahwa metode verifikasi yang lebih lama sangat rentan terhadap penipuan? Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat dengan mudah dipalsukan atau digunakan setelah kadaluarsa. Tak hanya itu, verifikasi berdasarkan alamat email, seperti mengandalkan alamat .edu untuk memverifikasi siswa, memiliki keterbatasan.

Di sisi lain, Anda akan membutuhkan perangkat lunak verifikasi pelanggan yang menggunakan sumber data otoritatif. Platform ini mengandalkan informasi yang komprehensif, akurat, terkini yang diambil dari sistem sumber, seperti database pemerintah atau kantor registrar universitas. Platform yang menggunakan berbagai sumber data semakin meningkatkan akurasi dan keandalan verifikasi.

Dapat Meninjau Dokumen Hingga 100%

Tidak mungkin sebuah platform memiliki cakupan yang lengkap untuk konsumen, bahkan platform yang menggunakan ribuan sumber data. Untuk memastikan setiap orang yang memenuhi syarat pilih perangkat lunak verifikasi pelanggan yang memiliki tinjauan dokumen cadangan. Untuk memberikan pengalaman layanan pelanggan terbaik, penyedia perangkat lunak verifikasi pelanggan Anda harus:

  • Mengetahui dokumen apa yang dianggap sebagai bentuk tanda pengenal yang valid di berbagai negara.
  • Mendukung kemampuan untuk segera mengunggah dokumen 24/7 online.
  • Memberikan tinjauan dokumen yang efisien dalam beberapa menit atau jam — bukan hari atau minggu.

User-Friendly

Penting untuk diketahui agar tidak mempersulit pelanggan Anda untuk menemukan berbagai penawaran menarik yang Anda miliki. Jika mereka harus berpindah ke banyak laman, atau memberikan informasi identitas pribadi (PII) seperti nomor jaminan sosial, yang ada mereka akan meninggalkan aplikasi tersebut dan mengabaikannya. Memberikan kemudahan akan meningkatkan konversi. Solusi terbaik yang menggunakan sumber data otoritatif tidak memerlukan banyak data untuk memverifikasi pelanggan.

Desain yang Responsif

Perangkat lunak verifikasi pelanggan Anda harus memiliki desain web yang responsif dan cocok dengan layar apa pun. Ini penting untuk tetap kompetitif dan memenangkan bisnis audiens Anda. 

Sebuah studi dari Google dan Heart + Mind Strategies menunjukkan bahwa 46% responden mengatakan mereka lebih suka menggunakan smartphone mereka untuk keseluruhan proses pembelian. Dan eMarketer memperkirakan bahwa penjualan perdagangan seluler ritel smartphone akan mencapai $ 203,94 miliar pada tahun 2019, merupakan 34% dari seluruh penjualan e-niaga AS. Tujuh puluh lima persen Gen Z dan milenial menggunakan smartphone untuk berbelanja online, dan jumlah itu akan terus meningkat.

Baca juga: Mengapa Industri Perbankan Harus Menerapkan e-KYC?

Perlindungan Terhadap Penipuan

Perlu Anda ketahui bahwa penipu selalu ada di luar sana mencoba mencari cara untuk mengeksploitasi penawaran Anda. Mereka membuat institusi pendidikan palsu, memalsukan dokumen, identitas palsu, dan banyak lagi. Untuk meminimalisir hal ini, perangkat lunak verifikasi pelanggan Anda perlu menyertakan lapisan tambahan perlindungan untuk penipuan. Contohnya termasuk kemampuan untuk mendeteksi gambar dan kredensial yang dipalsukan, dan untuk memeriksa ulang identitas pembeli untuk memastikan itu tidak terkait dengan identitas penipuan.

Aman

Pastikan perangkat lunak verifikasi pelanggan Anda tidak mengumpulkan PII invasif, seperti nomor jaminan sosial di mana hanya 18% pembeli yang mengatakan bahwa mereka bersedia memberikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *