Dikenal sebagai perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook kini tersandung gugatan dari pemerintah Amerika Serikat. Terdapat gugatan hukum yang dilayangkan oleh US Federal Trade Commission (FTC) dan hampir semua negara bagian AS kepada perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini sehingga sepertinya Facebook harus bersiap untuk melepas perusahaan yang diakusisinya, yaitu WhatsApp atau Instagram.

Baca Juga: Mantan Bos Salesforce Buat You.com untuk Saingi Google

Facebook dituding memonopoli pasar untuk mengalahkan kompetitor yang lebih kecil. Gugatan serupa juga pernah ditujukan kepada induk perusahaan Google, Alphabet, oleh Departemen Kehakiman AS.

Cara yang digunakan Facebook untuk menyingkirkan para pesaingnya ialah dengan menghancurkan atau membeli perusahaan sebelum berkembang menjadi besar. Para penggugat menitikberatkan pada Facebook yang menggelontorkan dana besar-besaran untuk membeli Instagram senilai USD 1 miliar di tahun 2012 dan WhatsApp senilai USD 19 miliar di tahun 2014.

Keputusan Facebook menggaet WhatsApp dan Instagram benar-benar membuahkan hasil. Dengan jumlah pengguna lebih dari 1 miliar yang dimiliki masing-masing layanan tersebut, Facebook menjadi perusahaan teknologi yang sangat besar.

Namun, regulator menilai jika akuisisi Facebook terhadap WhatsApp dan Instagram harus dibatalkan. 

“Selama hampir satu dekade, Facebook telah menggunakan dominasi dan kekuatan monopolinya untuk menghancurkan rival lebih kecil, menghabisi kompetitor, semuanya dengan biaya dari para user sehari-hari,” ujar Letitia James, Jaksa Agung New York, dikutip dari detikINET dan Reuters, Kamis (10/12).

“Tidak ada perusahaan yang harus memiliki kekuatan begitu besar tanpa dicek dalam hal interaksi pribadi dan sosial kita. Itulah kenapa kami mengambil tindakan hari ini,” tambah Letitia.

Pihak FTC itu sendiri yang dulunya mengizinkan Facebook melakukan akusisi ini. Oleh karenanya, proses pengadilan terhadap gugatan tersebut diduga akan membutuhkan waktu lama. 

Menanggapi gugatan yang diajukan kepadanya, pihak Facebook menilai jika perusahaan yang sukses tidak seharusnya dihukum dengan aturan yang membatasi persaingan tersebut.

Instagram dan WhatsApp dinilai bisa tumbuh dan menuai kesuksesan justru berkat investasi besar-besaran dari Facebook, sebagaimana diungkap penasihat hukum Facebook, Jennifer Newstead.

Baca Juga: California Kerja Sama dengan Apple dan Google Cegah COVID-19

“Aturan anti monopoli eksis untuk melindungi konsumen dan juga mempromosikan inovasi, bukannya untuk menghukum bisnis yang sukses,” tutur Jennifer.

“Ini adalah peringatan menakutkan bagi bisnis Amerika bahwa tidak ada penjualan yang final,” tambahnya.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *