The New York Times melaporkan bahwa Norman Abramson, salah satu pelopor di balik jaringan nirkabel telah meninggal dunia pada usia 88 tahun.

Abramson dan tim mahasiswa pascasarjana dari fakultas yang dipimpinnya berhasil untuk menciptakan ALOHAnet, jaringan wireless awal yang teknik inovatifnya masih digunakan hingga saat ini di jaringan satelit, telepon, dan komputer modern.

Abramson meninggal karena kanker kulit yang telah menyebar di paru-parunya. 

Baca juga: Deretan Perusahaan yang Dipegang Elon Musk

Abramson adalah salah seorang alumnus Harvard dan menerima gelar master di UCLA dan PhD dari Stanford. Dia tertarik untuk pindah ke Hawaii sebagian karena kecintaannya pada olahraga selancar, dan pada tahun 1966, mengambil posisi sebagai pengajar di Fakultas Teknik Universitas Hawai’i (UH) Mānoa.

Abramson naik menjadi ketua departemen Information and Computer Sciences di sana selama tiga dekade.

Hawaii menginspirasi nama proyek penting Abramson, salah satunya adalah ALOHAnet yang dibuat oleh Abramson dan kolaboratornya Franklin Kuo, saat mengajar di UH.

Seperti ARPAnet yang berfungsi sebagai dasar internet, ALOHAnet dirancang sebagai sistem untuk menghubungkan UH ke perguruan tinggi dan universitas lain untuk berbagi penelitian.

Baca juga: Kisah Laika, Makhluk Hidup Pertama yang Mengorbit Bumi

Teknologi ini mengirimkan paket data melalui saluran radio dengan lebih efisien tanpa perlu menjadwalkan transmisi. Jika paket data tidak diterima, paket akan dikirim lagi. Beberapa ide yang berasal dari proyek ALOHAnet digunakan dalam pengembangan Wi-Fi dan Ethernet modern yang digunakan saat ini.

“Hanya ada sedikit orang yang memiliki pengaruh signifikan seperti Norman dalam cara berkomunikasi dan berbagi informasi saat ini,” kata presiden University of Hawai, David Lassner dalam peringatan yang diposting di blog perguruan tinggi tersebut.

“Norm menghubungkan pulau-pulau Hawaiʻi satu sama lain dan dengan dunia, meninggalkan warisan di UH dan sekitarnya melalui ide-idenya dan murid-muridnya.”

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *