Anjing memiliki penciuman yang tajam, semua orang tahu itu. Mereka diperkirakan setidaknya 10.000 kali lebih baik dari pada manusia.

Medical Detection Dogs, di Inggris, melatih empat anjing yaitu Asher, Belle, Tala, dan Florin untuk mendeteksi bau Covid-19. Mereka tentunya tidak dilatih dengan langsung mengendus virus yang asli, tetapi dengan memberikan sampel pelatihan.

Hal ini mungkin terdengar sebagai sesuatu yang mustahil, meskipun begitu, Claire Guest yang merupakan salah satu pendiri dari Medical Detection Dogs mengatakan kalau di tahun 2004, anjing dapat mendeteksi kanker kandung kemih manusia dan hal tersebut dipublikasikan oleh British Medical Journal.

Baru-baru ini, dia bekerja bersama Profesor James Logan di London School of Hygiene & Tropical Medicine, dan Steve Lindsay dari departemen biosains di Universitas Durham, mereka berhasil melatih anjing untuk mengidentifikasi malaria.

Penelitian mereka menunjukkan bahwa anjing-anjing ini dapat mendeteksi bau yang sangat kecil, sekitar satu bagian per triliun, atau setara dengan satu sendok teh di dua kolam renang Olimpiade.

Hasil tersebut tidak membuat Guest terkejut, karena katanya “Anjing memiliki 350m reseptor sensorik yang didedikasikan untuk penciuman, manusia memiliki 5m. Beberapa anjing dapat bekerja dengan bagian per triliun.”

James Logan telah bekerja di bidang pengendalian penyakit selama 20 tahun, dan memiliki minat khusus pada bau yang terkait dengan penyakit. “Kami sudah tahu tentang ini selama ratusan tahun. Ada laporan bersejarah tentang profesional medis yang mendiagnosis orang hanya dengan mengendusnya,” katanya.

Baca juga : Ini Penyebab Layanan Google Down Massal Tadi Malam

“Laporan bahwa demam kuning berbau seperti toko daging, TBC berbau seperti roti coklat basi.” Baru-baru ini – dan lebih ilmiah – penelitian telah menunjukkan bahwa virus pernapasan dapat dibedakan berdasarkan bau yang dihasilkan tubuh.

“Virus itu sendiri tidak menghasilkan bau. Ketika virus telah menginfeksi sel kita, ini dapat berdampak pada berbagai sistem di dalam tubuh, yang menghasilkan bau yang dilepaskan melalui kulit dan napas kita. Jadi ada kemungkinan yang sangat kuat bahwa virus corona akan menghasilkan bau yang berbeda juga.”

Dia menjelaskan cara kerjanya. Sampel dikumpulkan dari rumah sakit, kemudian sampel dikirim ke Medical Detection Dogs untuk melihat apakah anjing tersebut mengkonfirmasi bahwa Covid-19 memiliki bau. “Beberapa orang menggambarkannya sebagai bau manis yang memuakkan,” kata Logan.

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menggunakan anjing dalam keadaan yang spesifik, di mana harus memeriksa banyak orang dengan cepat. Seperti bandara, stasiun kereta api, dan universitas.

Medical Detection Dogs juga berkolaborasi dengan fisikawan kuantum di Massachusetts Institute of Technology dalam mengembangkan sensor elektronik untuk melakukan pekerjaan yang sama seperti anjing, mengendus penyakit (khususnya kanker prostat).

Mereka belum dalam tahap merilis hasilnya, tetapi bertujuan untuk mempublikasikannya segera setelah ada cukup data untuk menunjukkan dengan kuat seberapa baik anjing dapat mendeteksi virus corona.

Anjing-anjing tersebut juga akan segera mulai berlatih dengan orang-orang, dan dalam situasi yang berbeda. Bukan di dalam ruangan lagi, tetapi di luar seperti antrian, kerumunan masyarakat, termasuk di bandara.

Baca juga : Google Akan Hadirkan Dark Mode untuk Pencarian Versi Desktop

(mm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *