Masuknya Huawei ke dalam daftar hitam Departemen Perdagangan AS membuat Amerika Serikat memberlakukan kebijakan kepada Huawei berupa ketiadaan izin untuk menggunakan perangkat lunak maupun perangkat kerasa buatan perusahaan yang berbasis Amerika Serikat. Huawei juga dilarang untuk menggunakan sistem operasi Android dari Google.

Baca Juga: Google Akan Hadirkan Dark Mode untuk Pencarian Versi Desktop

Meskipun masih bisa menggunakan Android versi dasar, layanan-layanan Google Mobile Services seperti Gmail, YouTube, atau Google Maps tidak lagi bisa dimasukkan ke dalam smartphone buatan Huawei. Oleh karena itulah, Huawei terus berusaha untuk ‘mandiri’, dengan menciptakan sistem informasi dan aplikasi hasil pengembangan mereka sendiri. 

Salah satu hasil karya Huawei ialah Petal Maps yang diluncurkan pada bulan Oktober lalu. Layanan peta online ini disebut-sebut menjadi pesaing Google Maps, peta online ‘versi’ Amerika Serikat. Petal Maps dihadirkan untuk memperluas ekosistem Petal, yang sebelumnya didahului oleh peluncuran Petal Search.

Jika sebelumnya Petal Maps baru tersedia untuk pasar lokal saja, kini aplikasi tersebut sudah resmi meluncur di 140 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dilansir dari Huawei Central, Petal Maps sudah bisa diunduh dari Huawei AppGallery.

Namun, meskipun tidak perlu mendaftar untuk bisa menggunakannya, Petal Maps ini masih dalam versi beta dan terbatas hanya untuk perangkat Huawei. Aplikasi ini sudah dapat berjalan pada smartphone yang menjalankan EMUI 11, seperti P40, Mate 30, dan Mate 40.

Selain berfungsi sebagai peta, Petal Maps juga berfungsi sebagai navigasi yang memberikan petunjuk arah dengan cara yang lebih nyaman dengan menggunakan sistem navigasi turn-by-turn 2D dan 3D serta air gestures. Seperti halnya Google Maps, aplikasi ini juga menyediakan kondisi lalu lintas secara real-time.

Tersedia pula navigasi jika pengguna memilih opsi berjalan kaki. Lalu, Petal Maps juga menyediakan informasi mengenai transportasi publik, Tak ketinggalan, turut disertakan pula informasi lokasi di sekitar pengguna, seperti pelaku bisnis atau tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Tidak perlu khawatir soal keamanan data, karena Huawei mengklaim jika data pencarian dan navigasi diamankan dengan sistem enkripsi end-to-end.

Baca Juga: Kickstarter Luncurkan Masker Futuristik Ala Topeng Daft Punk

Huawei menggandeng TomTom, perusahaan yang terkenal sebagai perusahaan navigasi, dalam pembuatan aplikasi peta ini. Meskipun memetakan seluruh dunia merupakan pekerjaan yang tidak mudah, TomTom dapat melakukannya dengan baik.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *