Sebuah inovasi baru dirilis oleh perusahaan karoseri asal Ungaran, Jawa Tengah. Perusahaan bernama Laksana tersebut mengklaim memiliki bus yang bisa menekan penyebaran virus COVID-19. Desain interior dari bus tersebut juga tak sama dengan bus pada umumnya, khususnya desain kursi penumpang.

Baca Juga: Pertamina & Gojek Uji 5 Stasiun Tukar Baterai Motor Listrik

Chandra Dewi, selaku Brand & Marcomm Manager Laksana, mengatakan bahwa pembuatan bus ini dilatarbelakangi dengan konsep bernama ‘segitiga penyakit’.

“Konsep ‘segitiga penyakit’, di mana munculnya sakit, disebabkan interaksi timbal balik antara ‘host’ (inang; penumpang bus), ‘agent’ (penyebab; virus) dan ‘environment’ (lingkungan; kabin bus),” ujar Chandra, dilansir dari  CNN Indonesia, Rabu (16/12).

Bus berukuran panjang 12 meter ini dibuat dengan berbagai penyesuaian pada tata letak tempat duduk, dibuat berjarak tiap tempat duduknya, dan terdiri dari tiga baris memanjang ke belakang. Kursi pada bus juga dikurangi menjadi 28 penumpang.

“Kabin bus direkayasa secara cerdas dalam ‘physical distancing’, dengan penataan kursi,” kata Chandra.

Foto: Solopos

Pada kabin bus, sirkulasi AC dibuat dari atas ke bawah seperti sistem sirkulasi AC pada pesawat terbang. Sistem ini juga disempurnakan dengan menggunakan cabin filter, teknologi HEPA yang biasa digunakan oleh banyak pesawat, serta UV untuk membunuh kuman dan bakteri di dalam bus.

“Jadi sistem sirkulasi linier akan menjamin setiap penumpang menghirup udara yang sangat higienis dari atas yang bertekanan positif dan udara kotor akan dihisap oleh (lubang) bagian bawah yang bertekanan negatif,” jelas Chandra mengenai sistem-sistem pada bus tersebut.

Foto: Mobilkomersial.com

Tak hanya itu, penumpang juga diberi masker khusus. Masker tersebut adalah masker herbal yang dipercaya bisa mencegah penularan virus saat berada di dalam bus.

“Penumpang memakai masker herbal Acchadana yang meningkatkan sistem imun jalan nafas dan melindungi fungsi paru, sehingga aman dari kemungkinan terpapar kuman atau terjangkit COVID-19 dari penumpang lain,” lanjutnya.

Laksana, berdasarkan penjelasan Chandra, menggandeng beberapa pihak untuk bekerjasama dalam membangun transportasi yang disebut-sebut sebagai ‘bio smart and safe bus’ ini, seperti pengusaha bus (PO. Sumber Alam), pemerintah (KNKT), dan perguruan tinggi (UNDIP).

Baca Juga: Diklaim Setangguh Tank, Inilah Fakta Mobil Listrik Bollywood

Untuk harga per busnya, Laksana memberikan harga yang berbeda-beda sesuai dengan sasis dan mesin yang digunakan.

“Tergantung dari sasis ya, include sasis mulai dari Rp1,5 miliar ke atas,” tutup Chandra.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *