Kabar mengejutkan datang dari dunia sains. Salah satu lubang hitam terbesar di alam semesta diketahui hilang. Para ilmuwan bingung dengan hilangnya lubang hitam supermasif di pusat gugus galaksi Abell 2261, yang diperkirakan memiliki berat antara 3 miliar hingga 100 miliar kali massa matahari.

Baca Juga:  Ilmuwan Berhasil Selangkah Lebih Dekat ke Internet Kuantum

Sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Senin (21/12), setiap pusat galaksi hampir selalu memiliki lubang hitam supermasif. Biasanya ukuran lubang hitam tersebut berskala dengan ukuran galaksinya. Makin besar galaksi, makin besar pula lubang hitamnya.

Abell 2261, yang terletak 2,7 miliar tahun cahaya, diketahui memiliki pusat galaksi yang sangat besar dengan lubang hitam supermasif yang sama besarnya. Anehnya, para astronom tidak dapat menemukan lubang hitam milik Abell 2261 di mana pun.

Hilangnya lubang hitam Abell 2261 masih menyisakan pertanyaan hingga kini. Sejak bertahun-tahun lalu, galaksi ini telah gencar dipelajari menggunakan berbagai instrumen, seperti Teleskop Subaru, Teleskop Luar Angkasa Hubble, dan Observatorium X-Ray Chandra.

Sebuah studi sebelumnya menggunakan data yang diperoleh Chandra untuk mencari sinar-X yang dihasilkan oleh suatu substansi saat jatuh ke dalam lubang hitam dan menjadi sangat panas, tetapi bukti demikian tidak ditemukan.

Peristiwa ini pun dirasa janggal. Sebuah studi pun mencari kemungkinan jika lubang hitam raksasa tersebut bisa jadi terlontar dari posisinya di pusat galaksi. Meskipun bukti mengenai lubang hitam itu sendiri tidak ditemukan. ada beberapa kemungkinan yang mengarah kepada terjadinya penggabungan.

Penggabungan tersebut digambarkan sebagai sebuah peristiwa yang dramatis ketika dua galaksi berikut  lubang hitam yang berada di pusat galaksinya turut bergabung, mengeluarkan riak yang disebut gelombang gravitasi. Jika gelombang-gelombang tersebut tidak terdistribusi secara merata ke segala arah, lubang hitam bisa saja terlepas dari tempatnya di jantung galaksi.

Baca Juga: Tok! FDA Izinkan Vaksin COVID-19 Moderna untuk Digunakan

Peristiwa itu disebut dengan recoiling black hole. Namun, peristiwa itu hanya bersifat teoritis karena belum pernah diamati sebelumnya. Jika kemungkinan ini benar, akan ada cara baru yang menarik bagi para ilmuwan untuk mempelajari gelombang gravitasi.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *