Yuk, Saatnya Membuat Laporan Keuangan Pribadi Tahun 2020 – Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2020. 

Padahal rasanya baru kemarin kita merencanakan resolusi tahun baru untuk 2020, eh, sekarang udah mau masuk 2021 aja.Seperti biasa di setiap akhir tahun, Kredit Pintar ingin mengajak kamu untuk melakukan financial check up tahunan.

Financial check up itu apa sih? Financial check up atau pemeriksaan kondisi keuangan adalah metode untuk mengetahui “kesehatan” keuangan pribadi kamu selama setahun ini nih.

Walaupun namanya seperti saat kita berobat ke dokter, melakukan financial check up untuk membuat laporan keuangan pribadi tidaklah rumit.

Kamu cukup mengecek beberapa hal berikut untuk membuat laporan keuangan pribadi di 2020 dan menentukan langkah berikutnya untuk tahun 2021!

1. Lihat kembali tujuan keuangan

Langkah pertama dalam financial check up untuk membuat laporan keuangan pribadi di tahun 2020 adalah mengevaluasi tujuan keuangan satu tahun ini.

Saat memasuki tahun 2020, kamu sudah memiliki tujuan keuangan untuk satu tahun kedepan, kan? Nah, di penghujung tahun ini saatnya kamu meninjau sudah sedekat apa pencapaianmu dalam meraih tujuan-tujuan tersebut sudah tercapai atau belum.

Tujuannya bisa bermacam-macam. Bisa menabung untuk biaya menikah, menabung untuk DP rumah pertama, mengumpulkan modal usaha hingga menabung untuk biaya pendidikan.

Kamu bisa lihat apakah kamu sudah mencapai tujuanmu apa belum, atau apakah tujuanmu harus kamu revisi di pertengahan tahun. Jika belum tercapai atau kamu terpaksa merevisi tujuanmu, kamu perlu cari tahu alasannya ya.

2. Evaluasi perubahan kondisi pribadi

Tahun 2020 didominasi oleh pandemi yang mengakibatkan banyak kejadian tak terduga yang terjadi.

Untuk financial check up tahun ini, penting sekali untuk melihat apakah ada perubahan dalam kehidupan kamu yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan pribadi.

Bisa saja di tengah pandemi kamu memulai bisnis baru yang malah laris manis dan jadi sumber penghasilan tambahan.

Atau justru kamu kehilangan pekerjaan untuk sementara waktu dan harus menggunakan dana darurat.

Perubahan-perubahan tersebut perlu dicatat supaya kamu bisa mengambil langkah bijak untuk menentukan tujuan keuangan 2021.

3. Periksa pemasukan & pengeluaran

Melanjutkan dari poin sebelumnya, kamu juga perlu mencatat sumber dan total pemasukan selama satu tahun ini.Selain pemasukan, pengeluaranmu juga perlu dicatat ya.

Cek apakah ada pembelian besar di tahun ini yang memakan porsi besar dari pemasukan. Periksa juga apakah masih ada sisa hutang yang belum lunas.

Untuk memudahkan, kamu bisa membagi pengeluaran ke dalam beberapa kategori, seperti pengeluaran untuk investasi/bisnis, lifestyle, dana sosial, dan pengeluaran untuk kebutuhan bulanan. 

Dengan melihat pengeluaran secara menyeluruh seperti ini, kamu juga bisa memantau apakah ada bocor halus di pengeluaran satu tahun ini yang bisa diperbaiki untuk tahun 2021 mendatang.

4. Hitung total kekayaan bersih

Nah, saatnya menghitung total hartamu!

Cara yang paling gampang adalah menghitung selisih aset dan hutang. Aset yang dimaksud adalah harta yang dimiliki dalam berbagai bentuk, seperti tabungan, investasi, logam mulia, properti, kendaraan pribadi, dan lainnya. Hutang mencakup sisa hutang tunai, kredit barang, hutang kartu kredit, dan lain sebagainya.

Kamu bisa menuliskan aset-aset yang dimiliki lalu dikurangkan dengan hutang yang masih tertanggung. Nah, hasil akhirnya adalah total kekayaan bersih hingga akhir tahun 2020 ini. Jangan kaget ya kalau ternyata kekayaan bersihmu melebihi perkiraan! 

5. Perlindungan aset dan pribadi

Langkah terakhir dalam melakukan financial check up untuk membuat laporan keuangan pribadi di tahun ini adalah meninjau ulang perlindungan untuk aset dan pribadi.

Perlindungan yang dimaksud di sini adalah asuransi dan dana darurat. Coba lihat kembali apakah kamu sudah memiliki perlindungan untuk aset-aset maupun diri sendiri.

Misalnya, jika memiliki mobil sebagai harta paling berharga, pastikan sudah memiliki asuransi untuk mobil tersebut. Atau tinjau kembali apakah kamu sudah membutuhkan asuransi jiwa untuk diri sendiri atau belum. Perlindungan juga mencakup dana darurat yang dimiliki. Cek kembali apakah jumlah dana darurat sudah mencukupi sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Setelah mengetahui kondisi keuangan di 2020, kamu sudah bisa mulai memikirkan langkah apa yang perlu diambil dalam menghadapi tahun 2021.

Langkah ini harus yang menguntungkan kondisi keuangan pribadimu ya!

Misalnya mulai menabung lebih banyak, mengurangi pengeluaran kecil harian, atau memulai usaha untuk tambahan pemasukan.

Mengambil pinjaman online di Kredit Pintar bisa jadi opsi untuk mendapatkan modal untuk memulai bisnis.

Pinjaman di Kredit Pintar tidak butuh banyak syarat, hanya perlu KTP sehingga kamu bisa mendapat modal dengan mudah.

Pinjamannya yang hingga Rp 8 juta bisa kamu manfaatkan sebagai tambahan modal untuk memulai bisnis yang kamu impikan.

Semangat menghadapi 2021!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *