Foto: Freepik

Teknologi.id – Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata “e-commerce” dan “marketplace” bukan? Kita seringkali menggunakan dua kata ini ketika membahas aplikasi-aplikasi yang biasa kita gunakan untuk berbelanja secara online. 

Namun, orang-orang seringkali menyebut e-commerce dan marketplace menjadi satu arti yang sama. Tahukah kamu kalau dua kata ini memiliki makna yang berbeda?

Agar kamu tidak bingung lagi mengenai dua platform tersebut, yuk simak perbedaannya di bawah ini.

1. Definisi

Foto:  Autorité de la concurrence

Berdasarkan definisinya, dua platform jual beli ini memiliki arti yang sebenarnya cukup berbeda. Dilansir dari Investopedia, e-commerce (electronic commerce) ialah model bisnis yang memungkinan perusahaan atau individu untuk melakukan jual beli produk melalui internet.

Sementara itu, melansir Learning Hub, online marketplace adalah tempat yang mempertemukan pelanggan dengan penjual di dalam satu platform. Jadi, online marketplace dapat dikatakan menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli.

2. Pilihan produk

Foto: Shopify

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, marketplace merupakan tempat yang menghubungkan pelanggan dan penjual. Biasanya terdapat banyak model bisnis yang berbeda-beda dan menjual produknya di sini. Harga yang ditawarkan juga cenderung lebih murah dan bervariasi, jika dibandingkan dengan e-commerce.

Lain halnya dengan e-commerce. Produk yang ditawarkan e-commerce lebih tersegmentasi. Jika marketplace menawarkan produk dari berbagai macam penjual, e-commerce menjual berbagai macam produk di bawah nama e-commerce itu sendiri.

Misal, di dalam marketplace X, kamu bisa membeli produk dari toko A, B, dan seterusnya. Kalau membeli sesuatu melalui e-commerce Y, produk yang didapatkan tetap berada di bawah brand e-commerce Y tersebut.

3. Branding

Foto: Forbes

Dilansir dari Arcadier Learn, e-commerce dapat fokus kepada satu ‘wajah’ brand atau bisnis. Setiap brand yang memperjualbelikan produk di e-commerce dapat melakukan promosi yang terpisah dari e-commerce tersebut. 

Dengan begitu, mereka bisa meningkatkan pelanggan danloyalitas brand yang nantinya juga akan meningkatkan customer lifetime value. Selain itu, marketplace mewakilkan berbagai macam brand dan bisnis yang ada di dalamnya.

4. Cash flow

Foto: Dreamstime

Dilansir dari Rocket Bazaar, marketplace lebih mudah untuk menikmati profit margin. Hal ini dikarenakan revenue yang didapatkan biasanya terdiri dari persentase hasil penjualan tiap bisnis di dalamnya.

Semakin tinggi jumlah transaksi, marketplace akan semakin mudah untuk menginvestasikan revenue tersebut untuk perkembangan berbagai macam aspek. Sementara untuk website e-commerce, revenue dan resource dari investasi yang cukup besar di awal kemungkinan besar akan didapatkan dalam kurun waktu yang lebih lama.

5. Kompleksitas

Foto: Freedomnesia

Karena berbagai macam produk yang disediakan berbeda, marketplace membutuhkan sistem navigasi yang dibuat seoptimal mungkin. Filter pencarian juga harus dibuat menjadi lebih efisien agar pengguna bisa melakukan pencarian secara spesifik.

6. Investasi

Foto: Google

Ketika ingin membuat marketplace, investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Mengapa demikian? Setiap bisnis atau individu yang meletakkan produknya di marketplace bisa mengatur kepemilikan saham masing-masing. Jadi, jumlah investasi di awal tidak sebesar e-commerce.

7. Kesetiaan pelanggan

Foto: Billionaire Coach

Nah, perbedaan yang terakhir adalah dari segi customer loyalty. Bagi yang belum tahu, customer loyalty menggambarkan keinginan pelanggan untuk membeli produk dari sebuah brand secara terus-menerus.

Salah satu hal yang berpengaruh ialah harga. Dalam e-commerce, pelanggan cenderung lebih setia. Terlebih lagi jika mereka menerapkan customer retention seperti memberikan poin, penawaran khusus untuk member, dan lain-lain.

Sementara itu, pelanggan di marketplace bisa berpindah dari satu toko ke toko yang lain, terutama jika harganya jauh lebih murah atau terdapat penawaran yang lebih menarik.

Nah, itu dia tujuh perbedaan e-commerce dan marketplace. Semoga kamu bisa menjadi lebih mengerti dan membedakan keduanya, ya.

Baca juga: Aturtoko Juara E-commerce Enabler Startup4Industry 2020

(bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *