Untuk pertama kalinya dalam sejarah, persaingan chipset smartphone teratas dimenangkan oleh MediaTek, yang berhasil melengserkan saingan terberatnya, Qualcomm.

Klaim tersebut berdasarkan laporan Counterpoint Research yang menganalisis penjualan smartphone selama kuartal ketiga tahun 2020, yaitu sejak bulan Juli hingga September lalu.

Menurut Counterpoint Research, pada kuartal ketiga tahun 2020 ini, MediaTek memperoleh pangsa pasar sebesar 31 persen. Pencapaian ini dikaitkan dengan tingginya penjualan smartphone berharga terjangkau mulai dari USD100 (Rp1,4 juta) hingga USD250 (Rp3,5 juta) di pasaran.

Baca juga: Cara Mengatasi Tidak Bisa Internetan Padahal WiFi Terhubung

MediaTek memang dilaporkan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada segmen perangkat di rentang tersebut di dua pasar smartphone besar dunia, yaitu di Tiongkok dan India.

Sementara itu, lengsernya Qualcomm dikaitkan dengan harganya yang tergolong tinggi sehingga berdampak pada harga jual perangkat. Sebagian besar konsumen pun akhirnya lebih memilih perangkat yang lebih terjangkau dengan dukungan chipset MediaTek.

Meski begitu, Qualcomm masih mengalami pertumbuhan selama kuartal ketiga 2020 lalu, dengan pangsa pasar 39 persen. Pertumbuhan ini menjadikan Qualcomm sebagai penyedia chipset 5G terbesar tahun ini, dan pasar untuk chipset 5G tersebut berlipat ganda pada Q3 lalu.  

Counterpoint Research melaporkan bahwa 17 persen dari seluruh ponsel yang terjual selama Q3 2020 mendukung jaringan 5G. Angka itu diprediksi akan mengalami peningkatan 33 persen untuk kuartal empat yang dimulai pada bulan Oktober hingga Desember ini.  

Foto: Counterpoint

Potensi besar di ranah 5G ini juga diprediksi akan menjadi peluang bagi Qualcomm untuk merebut kembali posisinya sebagai produsen chipset smartphone teratas dunia. Dari perolehan pangsa pasar MediaTek sebesar 31 persen ini meningkat 19 persen, jika dibandingkan dengan 25 persen pangsa pasar milik MediaTek pada tahun 2019 lalu.

Baca juga: Resmi Rilis, Ini Daftar Warga RI yang Akan Divaksin Covid-19

Selain itu, laporan Counterpoint Research menempatkan Apple di urutan ketiga daftar produsen chipset smartphone teratas dunia.  

Berkat chipset A-Series yang dibuat secara khusus untuk smartphone dan tablet karyanya, Apple menguasai 12 persen pasar chipset smartphone dunia. Sedangkan di belakang Apple, Counterpoint Research menempatkan Samsung dan HiSilicon Huawei.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *