Foto: Wired

Teknologi.id – Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, Microsoft menciptakan chatbot yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan orang yang sudah tiada. Chatbot ini tentu tidak dibuat dengan unsur mistis, melainkan dengan AI (Artificial Intelligence).

Artificial Intelligence adalah kecerdasan buatan yang tertanam dalam sistem komputer yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia, bahkan pekerjaan yang relatif sulit.

Baca Juga: Microsoft: Hacker Bisa Lihat Source Code Buatan Kami

Microsoft kali ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk ‘menghidupkan’ orang yang sudah meninggal, caranya dengan melalui chatbot yang berbasis AI, lalu AI akan meniru suara sampai cara berbicara seseorang yang telah tiada tersebut dengan semirip mungkin. Dilansir dari situs Protocol, Microsoft juga telah mendaftarkan hak paten atas ciptaannya itu.

“Data sosial misalnya, gambar, data suara, postingan media sosial, pesan elektronik, surat tertulis, dan lain-lain, tentang orang tertentu dapat diakses. Data tersebut dapat digunakan untuk membuat kepribadian orang tertentu,” tulis deskripsi paten yang diajukan Microsoft.

Data-data digital dari orang yang sudah meninggal ini nantinya akan digunakan oleh AI untuk membentuk kepribadian dan individu baru, namun dengan sifat dan perilaku yang sama. Di sisi lain, saat AI menggali informasi sang mendiang dari berbagai sumber, AI dapat mendeteksi isu peretasan media sosial, pengiriman spam, dan pencurian identitas generasi.

Baca Juga: Isu Merger Gojek dan Tokopedia Kembali Berhembus

Jika orang terdekat seperti keluarga atau sahabat mengirimkan pesan atau berbicara ke AI ini, maka AI akan membalasnya, sama seperti saat orang yang telah tiada tersebut masih hidup. Percakapannya pun dilakukan secara online seperti telepon.

Saat chatbot ini nantinya dirilis, mungkin akan ada sedikit rasa canggung, aneh, atau adanya sedikit kekeliruan. Walaupun begitu, teknologi ini diharapkan dapat menghibur keluarga yang ditinggalkan dengan cara berbicara kepada orang mereka cintai, walaupun hanya dengan AI.

(rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *