Platform investasi reksa dana online Bibit meraih pendanaan senilai USD 30 juta atau sekitar Rp 418 miliar dari Sequoia Capital India.

Putaraan pendanaan ini juga melibatkan beberapa investor lainnya seperti East Ventures, EV Growth, AC Ventures and 500 Startups.

Bibit akan menggunakan dana segar ini untuk mengembangkan layanan guna mendongkrak lebih banyak investor pemula di Indonesia untuk terjun berinvestasi.

Baca juga: Kamu Mahasiswa dan Ingin Investasi Saham? Ikuti Cara Ini!

Direktur Utama Bibit, Sigit Kouwagam mengungkapkan bahwa jumlah pengguna aplikasi bibit naik drastis menjadi lebih dari 1 juta SID selama setahun terakhir.

Pencapain itu, kata Sigit, antara lain disebabkan oleh meningkatnya kesadaran dan edukasi yang diberikan kepada investor pemula untuk menabung rutin setiap bulan secara konsisten. Selain itu, prinsip manajemen keuangan pribadi yang baik juga mulai menjadi pertimbangan pengguna.

VP Sequoia Capital India, Rohit Agarwal mengatakan secara global pihaknya melihat saat ini konsumen mulai memindahkan tabungan mereka dari produk dengan imbal hasil rendah ke produk finansial dengan imbal hasil tinggi.

“Secara global kami melihat konsumen mulai memindahkan tabungan mereka dari produk dengan yield rendah seperti emas dan properti dan beralih kepada produk finansial dengan yield lebih tinggi,” ujar Rohit.

Di Indonesia, menurut Rohit, Bibit dapat menjadi platform investasi yang dapat membantu jutaan masyarakat Indonesia berinvestasi secara optimal.

Pertumbuhan di segmen investor ritel

Sementara Willson Cuaca, Co-founder dan Managing Partner di East Ventures menyoroti pertumbuhan Stockbit dan Bibit yang sangat tinggi di segmen investor ritel.

“Pertumbuhan nilai transaksi naik lebih dari 10 kali lipat pada tahun 2020. Kami yakin pendanaan ini akan mendorong pertumbuhan Stockbit dan memperkuat posisi mereka sebagai platform investasi terdepan di Indonesia,” kata Willson.

Baca juga: Cara Investasi Reksadana Hanya dengan Modal Rp 10 Ribu

Sebagai informasi, Bibit diluncurkan pada Januari 2019 oleh Stockbit, yang mengakuisisi 90 persen saham perusahaan. Stockbit awalnya adalah platform berbagi berita dan informasi pasar modal bagi investor, yang kemudian berkembang menjadi aplikasi investasi saham.

Setelah menjadi bagian dari Stockbit Group, Bibit menjadi channel perusahaan untuk menjangkau investor pemula dengan investasi yang mudah. Bibit memanfaatkan teknologi Robo Advisor yang menyesuaikan produk investasi dengan profil risiko dan tujuan investasi pengguna. 

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *