Foto: Engadget, Getty Images

Teknologi.id – Setelah pendemo nasionalis kulit putih turun ke US Capitol kemarin, YouTube menghapus video di mana Presiden Trump menyatakan dukungan untuk perilaku kriminal dan berbohong tentang memenangkan pemilihan presiden 2020.

Saat ini, YouTube melanjutkan upayanya untuk menindaklanjuti informasi yang salah terkait kekacauan tersebut dengan mengumumkan bahwa setiap saluran atau channel yang memposting video atau menyebarkan informasi palsu tentang pemilu akan segera diberi “teguran”.

Baca juga: 7 Poin Kebijakan Baru WhatsApp dan Penjelasan Lengkapnya

Teguran pertama terhadap saluran secara efektif memblokirnya dari YouTube selama seminggu, mencegahnya untuk mengunggah video, cerita, atau siaran langsung apa pun. Biasanya, YouTube memberikan peringatan kepada pelanggar, tetapi praktik itu telah ditangguhkan sehubungan dengan kejadian kemarin.

Pada bulan Desember lalu, platform video tersebut mengumumkan akan menghapus video yang diduga “penipuan atau kesalahan yang meluas” selama pemilu 2020, dan mereka juga mengatakan telah menghapus ribuan video karena melanggar kebijakan itu.

Seperti biasanya dengan perubahan kebijakan, YouTube memiliki masa tenggang yang sudah terpasang, di mana pelanggar aturan akan dihapus kontennya tanpa teguran. Masa tenggang itu akan berakhir pada hari pelantikan, 20 Januari. Namun, YouTube telah membuat keputusan untuk memindahkan tanggal tersebut hingga hari ini (08/01/21).

https://twitter.com/YouTubeInsider/status/1347231471212371970?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1347231471212371970%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.engadget.com%2Fyoutube-election-fraud-video-bans-175750369.html

Sementara Twitter mengunci akunnya dan menghapus beberapa tweet tadi malam. Bahkan hingga saat ini, ia belum kembali ke Twitter. Mengingat aturan teguran YouTube, tampaknya akun YouTube Trump tunduk pada larangan satu minggu untuk menambahkan konten baru.

Baca juga: Menyulut Kerusuhan, Twitter Kunci Akun Donald Trump

Penegakan kebijakan YouTube terhadap akun yang melanggar aturan ini tentu disambut baik, karena kecepatan penyebaran informasi yang salah menimbulkan masalah besar dan perlu diatasi dengan tanggap dan cepat oleh perusahaan-perusahaan seperti YouTube maupun Twitter.

(bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *