Aturan privasi baru WhatsApp terkait data pengguna menuai kecaman dari banyak pihak. Terbaru, platform perpesanan milik Facebook ini dikabarkan menghadapi tantangan hukum dengan diajukannya sebuah petisi di pengadilan India, Kamis (14/1).

Petisi tersebut menyatakan bahwa kebijakan berbagi data antara WhatsApp dan Facebook melanggar hak-hak dasar pengguna India. 

Selain itu, WhatsApp juga dinilai membahayakan keamanan nasional dengan membagikan, mentransmisikan, dan menyimpan data pengguna di beberapa negara lain. 

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, 6 Fitur WhatsApp Ini Ternyata Berguna

“WhatsApp telah mengolok-olok hak dasar kami atas privasi,” tulis petisi tersebut.

Tak hanya itu, dalam petisi disebutkan jika kebijakan ini adalah perilaku sewenang-wenang dan tidak dapat diterima dalam demokrasi.

Kebijakan ini dikatakan “ultra vires” (di luar kekuasaan) atau tanpa landasan hukum dan bertentangan dengan hak-hak fundamental sebagaimana yang tercantum dalam Konstitusi India.

India Pasar Terbesar WhatsApp

Untuk diketahui, India merupakan pasar terbesar WhatsApp. Jika kebijakan baru WhatsApp jadi diterapkan, tentunya akan berpengaruh pada setidaknya 400 juta pengguna WhatsApp di India. 

Di India, banyak pengguna dilaporkan mulai memasang aplikasi saingan, seperti Signal dan Telegram.

Tentang Aturan Privasi Baru WhatsApp

Pada Senin, (4/1/2021), WhatsApp mulai memberikan notifikasi pembaruan kebijakan layanan dan privasinya kepada penggunanya. 

Ada satu poin pembaruan yang membuat pengguna khawatiran, yaitu soal berbagi informasi antara WhatsApp dengan Facebook.

Dalam laman FAQ WhatsApp, tertulis bahwa informasi pengguna yang akan diteruskan ke Facebook termasuk nomor telepon, alamat IP, data transaksi, hingga informasi perangkat.

Setiap pengguna yang ingin tetap menggunakan layanan WhatsApp harus menyetujui kebijakan baru ini. 

Baca juga: Cara Memunculkan Tombol Chat WhatsApp di Profil Instagram

Tadinya kebijakan baru WhatsApp ini akan efektif berlaku pada 8 Februari 2021. Namun, WhatsApp kemudian menunda pemberlakuan kebijakan baru ini setidaknya hingga 15 Mei 2021.

WhatsApp baru-baru ini mengklarifikasi bahwa pembaruan kali ini berfokus pada perpesanan WhatsApp Business, yang mana kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp-nya.

Artinya, percakapan yang terjadi pada akun bisnis tersebut akan disimpan di server Facebook dan bisa digunakan untuk keperluan bisnis.

WhatsApp menegaskan, pesan pribadi maupun percakapan telepon pengguna tetap dilindungi enkripsi end-to-end sehingga WhatsApp dan Facebook tidak bisa mengetahuinya.

WhatsApp Mulai Ditinggalkan

Nah sejak saat ini, WhatsApp mulai mengalami penurunan pamor di mana sejumlah pengguna diketahui mulai beralih ke aplikasi pesan instan lain yang dianggap lebih “aman” digunakan, seperti Telegram dan Signal.

Sensor Tower melaporkan jika platform perpesanan milik Facebook ini mengalami penurunan jumlah unduhan yang signifikan, yakni hingga 11 persen pada minggu awal Januari 2021. 

Sementara itu, Telegram dan Signal justru kebanjiran pengguna baru. Telegram dilaporkan mendapat tambahan 25 juta pengguna baru hanya dalam waktu 72 jam. Sedangkan Signal mendapat tambahan 100.000 pengguna baru dalam kurun waktu dua hari. 

Baca juga: User WhatsApp Mulai Beralih ke Aplikasi Lain? Ini Buktinya

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *