Foto: CNN Indonesia

Teknologi.id – Sudah setahun lamanya pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia. Saat ini, banyak daerah di Indonesia yang menjadi zona merah penyebaran COVID-19. Namun, tahukah kamu bahwa ada daerah dimana tak ada satupun warganya yang terinfeksi COVID-19?

Daerah tersebut merupakan pemukiman warga Baduy yang berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Sejak pertama kali kasus COVID-19 terkonfirmasi pada 13 April 2020 lalu, tak ada satupun warga Baduy yang terinfeksi COVID-19. Lantas, apa rahasia mereka?

Warga Baduy Taat Menerapkan Protokol Kesehatan

Dilansir dari Tempo.co, pada hari Senin (25/1), wadga Baduy lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Selain itu, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, mengatakan masyarakat suku Baduy dilarang ke luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang, dan Bogor karena itu zona merah penularan COVID-19. Begitu juga warga Baduy yang merantau diminta untuk pulang dan sebelum masuk pemukiman adat terlebih dulu menjalani pengecekan kesehatan di puskesmas setempat. Diketahui, selama ini warga Baduy lebih banyak beraktivitas di rumah atau di ladang untuk mengembangkan pertanian.

“Kami menjamin pemukiman Baduy terbebas dari penyakit yang mematikan itu, kami juga melakukan penjagaan agar pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Baduy dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Jaro.

Tak cukup sampai situ, puskesmas setempat juga mempunyai andil penting dalam pencegahan COVID-19. Puskesmas di daerah tersebut terus berupaya dalam mengendalikan virus tersebut dengan sering melakukan edukasi terkait COVID-19, membagikan ribuan masker di pemukiman warga, serta melakukan penyemprotan disinfetkan.

“Kami juga mengoptimalkan edukasi tentang bahaya COVID-19 agar mereka mengetahui penyebaran penyakit yang mematikan itu,” kata , Iton Rustandi, Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Selain itu, di sepanjang jalan memasuki pemukiman Baduy juga telah disediakan wastafel untuk cuci tangan.

Baca juga: Kemana Perginya Sampah Medis Setelah Digunakan?

Meski masyarakat Baduy menolak kehidupan modern, kesehatan tetap menjadi prioritas mereka. Sehingga, pemerintah desa setempat memberlakukan pengetatan kunjungan wisata sebab penularan COVID-19 sangat berbahaya.

Aparat kepolisian, TNI serta aparatur desa setempat juga berpartisipasi dengan melakukan penjagaan sehingga tamu maupun wisatawan harus mematuhi aturan adat.

Selain mematuhi protokol kesehatan 3M, wisatawan yang berkunjung juga wajib menjaga kebersihan dan dilarang membuang sampah sembarangan, terlebih plastik. Semua peraturan ini dilakukan agar warga Baduy tidak terinfeksi COVID-19. Para wisatawan juga diwajibkan melengkapi surat keterangan rapid tes antigen saat berkunjung.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *