Freeport Indonesia

Pembangunan pabrik pemurnian atau smelter tembaga di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara, diperkirakan akan menguntungkan PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu hanya akan mengeluarkan biaya 7, 5% dari total investasi yang mencapai US$ 2, 5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun.  

Sisa dana akan ditanggung oleh partnernya yang asal Tiongkok, Tsingshan Steel. Targetnya, kedua perusahaan akan mencapai kesepakatan pada akhir Maret tahun ini. 

Deputi Investasi & Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan skema bisnis ini menguntungkan Freeport. “Tsingshan bisa tekan capex (belanja modal) dan berani berikan pendanaan maksimal, ” katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2). 

Perusahaan tidak bisa lagi mengeluhkan pembangunan smelter tembaga yang tak ekonomis. Awalnya, Freeport akan membangun smelter di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate, Gresik, Jawa Timur, senilai US$ 3 miliar. Pendanaannya 100% ditanggung oleh perusahaan. 

Terdapat dua fasilitas yang sedang perusahaan bangun, …

Selengkapnya : Bangun Smelter di Halmahera, Freeport Hanya Bayar 7,5% Total Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *