Foto: Kamply 

Perkembangan digital kini menjadi hal yang niscaya dalam berbisnis. Setiap orang yang ingin membuka bisnis tak lagi memerlukan toko fisik – cukup membuka perangkat elektronik apapun, seseorang akan dengan mudah dapat mendirikan bisnisnya di dunia digital.

Namun, kemudahan dan kecepatan dalam mendirikan bisnis secara digital membuat kita tidak boleh melupakan salah satu dasar dari bisnis itu sendiri, yakni memahami customer. Untuk memahami customer secara lebih mendalam, terlebih ketika berbisnis secara digital, kita perlu mengenali digital customer journey map.

Hah? Digital Customer Journey Map? Apa Tuh?

Digital Customer Journey Map adalah sebuah pemetaan yang menunjukkan proses sejak seorang calon pelanggan mulai mengetahui produk kita, mencari tahu, menunjukkan ketertarikan, hingga membeli produk. Pemetaan ini menunjukkan proses bagaimana calon pelanggan bisa menjadi pelanggan dari bisnis kita. Digital Customer Journey Map terdiri atas beberapa langkah :

1. Awareness

Awal mulanya, calon pelanggan hanya sekadar melihat-lihat berragam produk di dunia maya, entah itu di online store atau di situs lainnya. Setelah beberapa saat, calon pelanggan lalu menemukan produkmu dan mulai memancing rasa penasarannya.

2. Consideration

Calon pelanggan yang tertarik pada produkmu akan mulai mempertimbangkan untuk melakukan purchase. Ia mulai mempelajari produkmu, entah melalui online store maupun media sosial, kemudian membandingkannya dengan produk dari brand lain.

Baca juga: ONSTOCK: Platform Manajemen Stok Barang untuk UMKM

3. Purchase

Setelah melalui beragam pertimbangan, calon pelanggan pada akhirnya memutuskan untuk membeli produk kamu.

4. Experience

Saat pelanggan telah menerima produkmu, pelanggan mulai menggunakan dan menikmati fitur dan segala pengalaman yang diberikan oleh produkmu.

5. Loyalty

Loyalty adalah hasil yang didapat apabila pelanggan menerima pengalaman yang positif dari produk yang telah dibeli. Jika pelanggan sudah merasa nyaman dan cocok dengan produkmu, pelanggan umumnya akan melakukan repurchase.
Agar proses ini bisa berlangsung dengan mulus dan konsisten, kamu yang ingin memulai bisnis ini perlu merancang beberapa komponen ini secara krusial :

1. Persona

Siapa yang akan jadi calon pelangganmu sekarang dan di masa depan? Apa saja karakteristik dan perilaku mereka? Dengan memahami hal-hal ini, kamu dapat mengembangkan persona yang detil dan spesifik dari calon pelanggan bisnismu. Ini menjadi titik awal yang penting saat kamu telah memulai bisnis digital.

2. Touchpoints

Touchpoints layaknya gerbang yang membawa calon pelangganmu untuk lebih sadar akan keberadaan produkmu. Dengan merancang situs resmi, membangun media sosial, membuat iklan, hingga mulai menjajakan produk di online store, customer akan dapat mengetahui produkmu dengan lebih mudah.

3. Actions & Key Activities

Setelah semuanya terancang dengan tepat, tambahkan sedikit fitur untuk memancing action dari calon pelanggan, seperti tombol learn more untuk memancing mereka dalam mempelajari produkmu atau simbol keranjang untuk mendorong mereka melakukan purchase.

4. Thinking & Feeling

Apakah calon pelanggan merasa proses yang dijalani cukup sederhana dan mudah? Atau malah terkesan rumit dan membingungkan? Kamu perlu mengantisipasi dan memprediksi apa yang calon pelanggan rasakan saat mempelajari dan membeli produkmu.

Baca juga: Ini Sektor Bisnis yang Tak Goyah Selama Krisis Pandemi

5. Expectations

Ekspektasi tidak bisa dilepaskan dalam bisnis. Dalam perjalanannya, calon pelanggan tentu berharap agar proses pembelian produk berjalan lancar, mulai dari loading yang cepat, tulisan yang jelas, desain visual yang memanjakan, dan alur situs yang tidak rumit. Oleh karenanya, kamu perlu merancang seluruh aspek dengan maksimal.

6. Opportunities

Setiap calon pelanggan menyimpan peluang. Oleh karenanya, kita perlu memahami hal-hal seperti apa yang membuat persona atau calon pelanggan kamu lebih puas dan senang.

Yang perlu kamu ingat dari digital customer journey map adalah kamu harus menempatkan dirimu dalam perspektif dan posisi dari persona yang kamu rancang. Hal ini dapat membuat kamu lebih mudah untuk menganalisa perilaku, karakteristik, dan ciri khas dari persona tersebut. Sewaktu kamu sudah mengetahui hal-hal di atas, kamu dapat menganalisa dan memprediksi apa yang persona-mu pikir dan rasakan terkait bisnismu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *