KANTOR PENJUALAN GARUDA INDONESIA DI MEDAN

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk rencana menghentikan kontrak sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen yang seharusnya berakhir pada 2027 mendatang. Garuda menilai keputusan ini mampu menyelamatkan maskapai milik pemerintah dari kerugian senilai US$ 220 juta atau setara Rp 3 triliun (kurs: Rp 14.000).

Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengatakan, sejak mengoperasikan pesawat yang disewa dari perusahaan lessor asal Denmark Nordic Aviation Capital (NAC) pada 2012 hingga 2015, Garuda setiap tahun mengalami kerugian. Nilainya kerugian operasionalnya lebih dari US$ 30 juta per tahun.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa selama tujuh tahun kami mengoperasikan ini, di setiap tahun secara rata-rata kami mengalami kerugian penggunaan pesawat CRJ lebih dari US$ 30 juta per tahun, ” kata Irfan dalam konferensi pers, Rabu (10/2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *