Foto: Wallpaper Access

Teknologi.id – Badan intelijen memiliki peran untuk
melakukan kegiatan mendeteksi berbagai macam ancaman dan melakukan tindakan
pengamanan terhadap negara dan penduduknya.

Jika suatu negara memiliki sistem intelijensi
yang kuat, tentu hal tersebut akan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi
masyarakatnya. Hal tersebut dikarenakan berbagai masalah yang mengancam negara
dapat terdeteksi sedini mungkin.

Setiap negara memiliki badan intelijensi
yang berbeda-beda. Kemampuan pengamanannya pun tentu berbeda-beda. Oleh karenanya,
berikut 5 badan intelijensi terkuat beserta teknologinya.

Central Intelligence Agency/CIA
(Amerika Serikat)

Foto: Wallpaper Access

Central Intelligence Agency atau CIA berdiri
sejak tahun 1947. CIA memiliki tiga fungsi intelijensi yakni memperoleh dan
menganalisis informasi tentang orang asing, melakukan propaganda dan hubungan
masyarakat, serta menggelar operasi rahasia untuk pertahanan Presiden.

Dahulu, CIA berfungsi untuk memerangi
agen Uni Soviet, Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Para agen CIA kala
itu dilatih untuk membunuh, menyamar dan melakukan interogasi.

Bahkan, CIA kerap melakukan berbagai
eksperimen kontrol-pikiran untuk mengeksplorasi memori otak, pura-pura
berkepribadian ganda, pura-pura gila atau membuat pengakuan palsu.

Glavnoye Razvedyvatel’noye
Upravleniye / GRU
(Rusia)

Foto: Wallpaper Cave

Glavnoye Razvedyvatel’noye
Upravleniye (GRU) yang artinya Direktorat Intelijen Utama merupakan badan
intelijen di Rusia. GRU berdiri sejak tahun 1918 yang diinisiasi oleh Vladimir
Lenin. GRU bertugas untuk menangani semua operasi intelijen militer.

Sejak itu, GRU telah mengambil bagian
dalam kegiatan anti-nasionalis yang signifikan di Eropa Timur dan menurut
mantan agen, mereka banyak menyusup ke negara-negara besar eropa dan Amerika
Serikat. Agen GRU bahkan pernah dituduh memiliki hubungan dengan Al-Qaeda.

Baca juga: Interceptor: Perahu Militer AS yang Mampu Merangkak di Darat

MI6 (Inggris)

Foto: Wallpaper Cave

MI6 atau Secret Inteligence Service mulanya
dibentuk sebelum Perang Dunia I. Kala itu MI6 memiliki tugas untuk menjaga
serta memata-matai kegiatan pemerintahan Kekaisaran Jerman.

MI6 atau Dinas Intelijen Rahasia
(Secret Intelligence Service) dibentuk sebelum Perang Dunia I. Mereka bertugas
untuk menjaga, dan memata-matai kegiatan pemerintah Kekaisaran Jerman.

MI6 Ia aktif berkolaborasi dengan
agen-agen Amerika Serikat dengan saling berbagi info intelijen dan melaksanakan
operasi rahasia.

 DGSE (Prancis)

Foto: Wallpaper Cave

Direction Generale de la Securite
Exterieure (DGSE) dibentuk untuk menggantikan posisi organisasi serupa
sebelumnya yakni de Dokumentasi Exterieure et de Contre-Espionnage (SDECE). DGSE
dibentuk pada tahun 1982.

Lembaga ini memiliki tugas untuk
mengumpulkan data intelijen, pencegahan deteksi dan menemukan kegiatan spionase
eksternal. Diarahkan terhadap kepentingan Perancis.

The DGSE segera membuktikan
keberadaannya pada awal tahun 1980, ketika mereka mengungkapkan jaringan
mata-mata Soviet yang memungkinkan Uni Soviet untuk mengumpulkan info penting
tentang kemajuan teknologi barat tanpa sepengetahuan intelijen Amerika.
Jaringan mata-mata Uni Soviet tersebut adalah jaringan yang paling canggih
dalam hal teknologi di Eropa dan Amerika Serikat.

BND (Jerman)

Foto: Shutterstock

The Bundesnachrichtendienst’s (BND) sudah
berdiri sebelum Perang Dunia II. BND dibentuk saat itu dengan fungsi untuk memata-matai
Uni Soviet (Rusia). BND bertindak sebagai sistem peringatan dini untuk
memperingatkan pemerintah Jerman terhadap ancaman dari luar negeri, bertanggung
jawab berat pada pengawasan, penyadapan dan komunikasi elektronik
internasional.

Salah satu prestasi mentereng dari
BND ialah mengungkap isu-isu di Irak tentang bekas pemimpin diktatornya, Saddam
Hussein.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *