Foto: Unsplash

Teknologi.id – Siapa yang tidak tahu YouTube?
Platform media hiburan ini menyajikan ribuan bahkan jutaan konten video dari
seluruh dunia. Bahkan, beberapa tahun kebelakang ini ‘YouTubers’, sebutan untuk
seorang konten kreator YouTube menjadi salah satu pekerjaan yang banyak
diminati orang-orang.

Sebagai platform menonton video
paling populer di dunia, siapa yang menyangka jika YouTube dulunya tidak
direncanakan seperti sekarang ini. YouTube dulunya dirancang sebagai situs
kencan online berbasis video. Bagaimana ceritanya?

“Nyalakan, (lalu) jalin hubungan”.

Itu merupakan slogan lama dari
YouTube ketika masih direncanakan sebagai situs kencan online berbasis video. Pada
saat itu, YouTube masih dalam versi beta.

YouTube pertama kali terdaftar
administrasi pada tanggal 14 Februari 2005, bertepatan dengan hari kasih sayang.
Ketiga foundernya lah yang mendaftarkan platform yang bermarkas di sebuah ruko
di San Mateo yakni Steve Chen Hurley, Chad Hurley, dan Jawed Karim.

Keinginan mereka untuk mendaftarkan
YouTube sebagai situs kencan online berbasis video ternyata tidak semulus yang
dibayangkan.  YouTube, ketika masih
beroperasi sebagai situs kencan online hanya dikunjungi oleh segelintir orang saja.
Bahkan, mereka sempat memasang sebuah iklan di Craiglist dengan menawarkan 20
dollar AS bagi siapa saja yang mengunggah video mereka di YouTube kala itu.

Namun menyedihkan, tidak ada satu
orang pun yang tertarik, bahkan setelah muncul penawaran iklan tersebut. Hal tersebut
akhirnya membuat ketiga founder YouTube ini kebingungan dengan satu pertanyaan
besar “Mau dibawa ke mana YouTube ini?”

Foto: Techinasia

Dari sinilah pemikiran mereka mulai
terbuka. Mereka pada akhirnya membuka pintu selebar-lebarnya bagi YouTube itu
sendiri di mana semua orang boleh mengunggah video apapun tanpa terikat oleh
tema tertentu seperti percintaan.

Ini menjadi langkah awal dari nama YouTube
yang semakin besar. Salah satu founder YouTube, Jawed Karim menjadi
pengunggah video pertama di YouTube. Video pertama tersebut berlatarkan di kebun
binatang. Video tersebut semacam vlog di mana Karim menceritakan apa saja yang
ia lihat selama berada di kebun binatang.

Saat itu, YouTube didirikan sebagai
perusahaan angel-funded, atau didanai oleh individu yang kaya raya. Sebulan
sebelum dirilis, tepatnya pada bulan November 2005, perusahaan pemodal (capital
venture) Sequoia Capital berinvestasi sebesar 3,5 juta dollar AS.

Baca juga: Mau Download Video YouTube dengan Mudah? Begini Caranya

Setelah beralih strategi, terdapat
lebih dari dua juta video yang ditonton di YouTube pada saat itu. Pada bulan
Januari 2006, penonton dari YouTube melonjak drastis hingga 25 juta penonton. Melihat
perkembangan yang cukup menjanjikan tersebut membuat  Sequoia dan Artist Capital Management menanamkan
modal tambahan di YouTube sebesar 8 juta dollar AS.

Eksistensi dari YouTube yang semakin
melonjak ternyata beriringan dengan hadirnya masalah baru. Mulai dari masalah
fasilitas di mana saat itu YouTube membutuhkan lebih banyak komputer dan juga
koneksi internet broadband yang lebih mumpuni. Selain itu, masalah hak
cipta juga menghujani YouTube di mana banyak media yang mulai protes karena video
yang diunggah adalah hak cipta milik media.

Itu membuat para foundernya berpikir
untuk menjual YouTube. Pada akhirnya, Google yang merupakan perusahaan
teknologi terbesar di dunia membeli YouTube senilai 1,65 miliar dolar AS pada
bulan Oktober 2006.

Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi
YouTube. Setelah proses akuisisi rampung, YouTube beroperasi secara independen
dengan para co-founder dan 68 karyawan di bawah naungan Google.

Operasional YouTube kemudian merambah
ke lebih banyak negara di dunia. Pada tahun 2007, CEO YouTube, Eric Schmidt
memperkenalkan sistem lokal YouTube di mana tampilan antarmuka akan dapat
disesuaikan dengan masing-masing negara operasionalnya.

Kini, YouTube semakin memperbanyak
celah untuk mendapat pundi-pundi. Salah satunya lewat produk YouTube Premium
yang dirilis tahun 2018 lalu. YouTube juga tidak sekadar platform berbagai
video semata. Saat ini YouTube juga menjadi tumpuan bagi para YouTuber untuk menampilkan
karya sekaligus menjadi mata pencaharian.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *