Layanan
bertenaga AI bernama Deep Nostalgia dapat membuat foto diam menjadi bergerak.

Bahkan foto-foto lama yang masih berwarna hitam putih bisa
diubah menjadi bergerak seperti dalam format GIF dan terlihat tampak
mengerikan.

Layanan Deep Nostalgia, yang ditawarkan oleh perusahaan
silsilah online yaitu MyHeritage, menggunakan AI berlisensi dari D-ID untuk
menciptakan efek yang bisa mengubah foto menjadi bergerak.

Baca juga: Wow, Wanita Ini Raup Rp42 Juta dari Live Tidur 5 Jam

Fitur ini seperti pada 
iOS Live Photos, yang menambahkan beberapa detik video untuk membantu
fotografer smartphone menemukan jepretan terbaik.

Menariknya Deep Nostalgia dapat menggunakan dari hasil foto apapun dan membuatnya menjadi “hidup”. Program ini
menggunakan video driver gerakan wajah yang telah direkam sebelumnya dan mengkonversi
menjadi foto yang bergerak.

Tujuannya adalah untuk
memungkinkan Anda mengupload foto orang-orang terkasih yang telah meninggal dan
melihatnya dalam “aksi”, yang sepertinya merupakan ide yang baru.

Baca juga: Ternyata, Tidak Boleh Pakai Hand Sanitizer di 4 Situasi Ini

Jika tertarik mencoba, pengguna
harus mendaftar untuk mendapatkan akun gratis di MyHeritage dan kemudian
mengunggah foto.

Setelah diunggah maka akan
diproses otomatis dan situs tersebut menyempurnakan gambar sebelum menganimasikannya
lalu menjadi sebuah GIF.

FAQ situs MyHeritage mengatakan
tidak memberikan foto kepada pihak ketiga mana pun, dan di halaman utamanya terdapat
sebuah pernyataan yang berbunyi “foto yang diunggah secara otomatis akan dihapus
untuk melindungi privasi Anda.”

Layanan ini banyak digunakan
untuk membuat meme yang menyeramkan. Misalnya ada seorang yang mempunyai akun
bernama Flint Dibble yang mencoba menggunakan foto patung kuno menjadi animasi
yang bergerak.

Baca juga: Lagu K-Pop Distributor Kakao M Hilang dari Spotify, Ada Apa?

Deep Nostalgia hanya dapat
menangani satu foto wajah dan hanya dapat menganimasikan wajah, jadi Anda tidak dapat ‘menghidupkan’ kembali seseorang agar terlihat seperti mereka sedang
berjalan.

Pada media sosial Twitter, sudah
banyak pengguna yang mencoba layanan ini, dan mengunggah hasilnya. Bahkan ada
yang mencoba dengan foto kakeknya.

Meskipun begitu, ada pengguna
yang menyarankan untuk berhati-hati mengunggah foto ke situs mana pun karena
tidak ada yang bisa menjamin keamanan privasi.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *