Ketenaran Clubhouse ternyata ‘menginspirasi’ Xiaomi untuk meluncurkan aplikasi serupa. Aplikasi tersebut dibuat dengan menghidupkan kembali pendahulunya yang telah dipensiunkan, yakni Mi Talk.

Baca Juga: Lagu K-Pop Distributor Kakao M Hilang dari Spotify, Ada Apa?

Sebelumnya, Mi Talk itu sendiri berhenti beroperasi pada 19 Februari lalu. Tak lama berselang, tim Mi Talk mengumumkan bahwa aplikasi ini akan kembali dengan ‘kemasan’ yang baru.

Dilansir dari Gizchina, Senin (1/3), Mi Talk disebut akan diuncurkan kembali sebagai aplikasi chatting berbasis suara untuk kaum profesional. Mirip dengan Clubhouse, ya?

Karena akan menjadi produk yang benar-benar baru, akun dan data yang sebelumnya disimpan oleh pengguna yang memiliki Mi Talk versi terdahulu tidak akan bisa dipindahkan ke Mi Talk versi teranyar ini. 

Aplikasi Mi Talk versi baru ini telah diluncurkan untuk versi Android dan iOS, tetapi masih dalam tahap awal pengembangan. Mi Talk ini sendiri masih dalam tahap uji coba tertutup.

Foto: TechNave

Pengguna hanya bisa bergabung apabila sudah memiliki undangan. Meskipun begitu, jika pengguna bukan pegawai Xiaomi tetap saja akan kesulitan untuk mendaftar seperti biasa.

Rencananya, dalam beberapa hari ke depan aplikasi ini akan diperbarui oleh Xiaomi. Uji coba beta publik dengan undangan yang lebih banyak juga bakal dibuka oleh raksasa teknologi asal Negei Tirai Bambu ini. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut apakah aplikasi ini akan dirilis pula di luar Cina. 

Popularitas Clubhouse yang belakangan ini terus naik di Cina membuat beberapa perusahaan berlomba-lomba mengembangkan aplikasi tiruannya. Terlebih, Clubhouse masih dilarang di Cina saat ini.

Seperti disebutkan oleh Global Times, sebuah startup asal Cina merilis aplikasi sosial berbasis audio yang berbahasa Cina. Angka unduhan aplikasi tersebut terus naik, menunjukkan betapa tenarnya konsep aplikasi sejenis Clubhouse ini di Cina.

Baca Juga: BARS, Aplikasi Musik Rap Pesaing TikTok dari Facebook

“Saat ini, sekitar 100 hingga 200 tim di China berusaha membuat keuntungan melalui aplikasi sosial audio serupa Clubhouse,” kata CEO Chinese Research Institution Zhang Yi.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *