Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam hal menyukai suatu game. Kecanduan game telah menjadi suatu masalah yang umum terjadi di belahan bumi mana pun. Pihak yang berwajib dan publisher game pun diharuskan untuk selalu berputar otak untuk mengendalikan masalah ini. 

Baca Juga: Layanan Deep Nostalgia Bisa ‘Hidupkan’ Foto Lama, Mau Coba?

Tidak jarang, kecanduan game menyebabkan individu tersebut melakukan hal-hal di luar logika dan sering kali ekstrim. Seperti yang dilakukan oleh gamer dari Brasil ini, kecanduan game yang ia alami membuatnya tega menghabisi rivalnya.

Dilansir dari Gizmochina, Senin (1/3), sang korban yang bernama Ingrid Oliveira Bueno da Silva, seorang wanita berusia 19 tahun, merupakan gamer papan atas. Saat itu, ia dan sang pelaku yang berusia 18 tahun, Guilherme Alves Costa, akan berkompetisi dalam game Call of Duty: Mobile yang diadakan di rumah Alves Costa.

Kedua pemain ini sama-sama berada di tim yang berbeda. Sebelumnya, mereka berkontak secara online bulan lalu, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar lokal.

Alves Costa yang memiliki nama online “Flashlight” diduga menikam Oliveira Bueno da Silva dengan sebilah pisau secara berulang-ulang. Tindakan itu dilakukannya begitu da Silva tiba di rumah Alves Costa yang berlokasi di Pirituba, bagian utara São Paulo.

Pelaku dilaporkan telah mengakui kejahatannya dalam sebuah video yang direkam dengan ponselnya sendiri dan membagikannya ke sejumlah grup WhatsApp, termasuk grup clan. Tidak hanya itu, ia juga membagikan foto korban sebelum akhirnya meninggalkan TKP.

Namun, pelaku yang berusia 18 tahun itu akhirnya menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib setelah clan leadership memberitahu mereka. Tersangka bahkan bersikukuh jika kondisi mentalnya dalam “keadaan sangat baik” dan dia “memang ingin melakukannya”, berdasarkan pernyataan dari São Paulo’s State Department of Public Security.

Kondisi mental tersangka akan ditinjau untuk menentukan jika ia memang tidak mengalami gangguan jiwa. Tidak ada orang waras yang akan menikam orang lain hanya karena game. 

Akan tetapi, tindakan kriminal serupa pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Mei tahun 2010, seorang gamer asal Prancis, Julien Barreaux, 20 tahun, memburu rivalnya selama 7 bulan lamanya dan akhirnya menghabisi nyawanya karena telah membunuh karakternya dalam game Counter-Strike pada bulan November.

Baca Juga: Cara Amankan Email Kamu Agar Tidak Terlacak Pengiklan

Selain itu, pada tahun 2018, dua video gamer profesional dibunuh oleh rival mereka yang gelap mata, yang dipicu oleh kekalahannya dalam sebuah turnamen eSport di Florida. Sang pelaku yang memiliki riwayat gangguan mental akhirnya menembak dirinya sendiri.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *