Direktorat
Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (Dittipidsiber) kembali mengimbau
masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan berkedok Call Forward.

Melalui akun Twitter resmi (@CCICPolri), Dittipidsiber
membagikan kicauan berisi imbauan untuk mewaspadai penipuan yang menggunakan
mekanisme Call Forward *21*.

Hal tersebut berpotensi dapat mencuri informasi rahasia
seperti kode one-time password (OTP). Menurut kepolisian, jika pengguna menekan
tombol *21* diikuti dengan nomor ponsel si penipu, maka fitur Call Forwarding
akan diaktifkan.

Baca juga: Microsoft Kembali Tutup Komentar IG Usai Diserbu Netizen RI

Sehingga penipu bisa mendapatkan akses terhadap panggilan
telepon pengguna. “Jika sudah mendapatkan akses, penipu bisa memanfaatkan
celah tersebut untuk mencuri Kode OTP target,” tulis Dittipidsiber,
dikutip dari Kompas hari Rabu 03 Maret 2021.

Modus Call Forward memang sering dilakukan pelaku untuk
menyiasati korbannya sehingga mereka memberikan kode OTP tanpa sadar.

Call Forward adalah aktivitas pengalihan komunikasi dari
suatu nomor ponsel ke nomor ponsel lainnya. Lalu, bagaimana cara kerja pelaku
menjalankan modus penipuan ini?

Melihat fenomena tersebut, praktisi keamanan siber, Alfons
Tanujaya mengatakan bahwa ada dua metode Call Forwarding yang biasanya
dilakukan oleh pelaku.

Baca juga: Ada Fitur Baru yang Dirilis WhatsApp Mirip dengan Instagram

“Forward ini utamanya ada dua macam. SMS Forward dan
Call Forward. SMS Forward akan meng-copy setiap SMS yang di terima ke nomor
yang telah ditentukan pada proses inisiasi,” ujar Alfons

“Proses inilah yang biasanya dilakukan oleh penipu
untuk mengelabui korbannya agar menekan kode aktivasi SMS dan Call
Forward,” lanjutnya

Menurut Alfons, SMS Forward dan Call Forward sejatinya
sama-sama bertujuan untuk mengelabui korbannya. Hanya saja, Call Forward
menggunakan panggilan telepon untuk langsung berkomunikasi dengan calon korbannya.

Ketika seseorang melakukan Call Forward dengan cara menekan
*21* (dilanjutkan dengan nomor ponsel tujuan Forward)#, semua panggilan akan
masuk ke nomor tujuan tersebut.

“Mekanisme Call Forward adalah nomor telepon yang ingin
melakukan Call Forward tinggal memasukkan kode inisiasi Call Forward, misalnya
*21* diikuti nomor yang menerima Call Forward. Maka semua telepon masuk akan
diarahkan ke nomor yang telah ditentukan,” kata Alfons.

Apabila sudah mendapatkan akses, pelaku bisa langsung
memanfaatkan celah tersebut untuk mencuri berbagai informasi rahasia dari
korban seperti kode OTP.

Baca juga: Cara Mudah Mengetahui Posisi Seseorang Menggunakan Nomor HP

Kode OTP biasanya didapatkan dengan cara-cara tertentu,
misalnya melalui pesan singkat (SMS), panggilan telepon, WhatsApp, atau Email.

Jika kode itu sudah
didapatkan, maka pelaku bisa dengan mudah melakukan apa pun terhadap akun-akun
milik korbannya.

Misalnya, memblokir aplikasi tertentu, mencuri isi saldo ATM
lewat aplikasi e-Banking, atau menguras uang yang tersimpan di layanan dompet
digital.

Tips mencegah SMS Forward dan Call Forward  menurut Alfons adalah jangan pernah mau
digiring untuk memasukkan kode apapun khususnya di ponsel maupun ATM.

Call forward sendiri sebetulnya merupakan salah fitur yang
memang ditawarkan oleh operator seluler.

Fungsinya, agar pelanggan telekomunikasi dapat mengalihkan
panggilan ketika nomor yang dituju sedang tidak bisa dihubungi karena sibuk,
atau sedang tidak aktif dan berada di luar jangkauan.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *