Foto: Unsplash

Teknologi.id – Perusahaan elektronik teknologi asal
Jepang, Toshiba dikabarkan tengah merancang teknologi internet kuantum yang dikatakan
lebih aman untuk digunakan.

Teknologi internet kuantum ini akan
menghubungkan ke komputer kuantum untuk mengatasi beberapa masalah besar seputar
keamanan di internet.

Para peneliti di Toshiba sudah mendemonstrasikan
layanan komunikasi kuantum tersebut. Teknologi yang dikirim melalui serat optik
sepanjang 600 kilometer ini juga sampai memecahkan rekor dunia.

Dalam komputer kuantum, informasi
dikodekan dalam bit kuantum (qubit) yang dapat berubah di waktu yang sama. Hal tersebut
dianggap mampu memperluas potensi daya komputasi, yang nantinya dapat mengatasi
masalah di luar cakupan komputer biasa.

Namun kendala dari komputasi kuantum qubit
ini adalah sensitifitasnya terhadap gangguan dari alam seperti fluktuasi suhu
atau getaran yang berisiko mengacak data. Kendala tersebut membuatnya sulit
untuk mengirimkan informasi kuantum jarak jauh.

Baca juga: Cara Lindungi Data Privasi Pengguna saat Internetan

Sinyal referensi pertama mengirimkan
panjang gelombang yang dirancang untuk menghilangkan fluktuasi lingkungan,
sedangkan yang kedua berfungsi pada panjang gelombang yang sama dengan qubit.

Dengan menggunakan teknik pita ganda
ini, tim mampu menjaga sinyal kuantum tetap konstan hingga beberapa lusin
nanometer.

Para peneliti mengatakan bahwa
penggunaan pertama teknologi akan digunakan untuk pemanfaatan enkripsi yang
dinamai Quantum Key Distribution (QKD).

Teknik enkripsi ini memanfaatkan
aturan kuantum di mana tindakan pembobolan tidak akan berguna bagi peretas,
lalu sistem akan memberi peringatan pengguna akan upaya tersebut.

“QKD telah digunakan untuk
mengamankan jaringan area metropolitan dalam beberapa tahun terakhir,”
kata Andrew Shields, Kepala Divisi Teknologi Quantum di Toshiba Eropa, dilansir
New Atlas.

Lanjut, ia menggambarkan QKD juga dapat
memperluas rentang jaringan kuantum. Hal ini membuat mungkinya untuk
menghubungkan kota-kota di seluruh negara dan benua tanpa menggunakan node
perantara.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *