KABUPATEN BOGOR,  Harnasnews.com – Gaung tanaman hias masih bersinar ditengah pandemi yang belum kunjung usai ini. Sejak awal Pandemi, petani tanaman hias meraup untung dari boomingnya tanaman hias yang pasarnya hingga manca negara.

Dampak demam Urban Junggle di belahan Eropa menjadikan tanaman hias tropis sebagai tanaman Favorit bagi para penghobi disana. Karena tanaman tropis cenderung lebih tahan di dalam ruangan. Dan yang menariknya lagi tanaman hasil budidaya petani Indonesia cenderung lebih tahan dengan Segala media. Itu menjadi salah satu alasan tanaman hias Indonesia digemari importir luar negeri.

Sejak setahun terakhir, pencinta tanaman hias yang tergabung dalam Asosiasi Pecinta Tanaman Hias Indonesia yang di singkat Astathi, menggelar kegiatan silaturahmi rutin yang dibarengi dengan kontes tanaman hias berbagai Jenis tanaman.

Tidak seperti kontes – kontes biasanya yang fokus pada satu atau dua jenis tanaman, Astathi membuka ruang untuk segala jenis tanaman hias dalam kontesnya. Hal ini untuk memberi ruang bagi para petani dalam menampilkan inovasi tanaman rawatannya yang bisa memotivasi petani lain agar merawat tanamannya dengan baik. Sehingga diharapkan mampu mendongkrak harga pasaran.

Seperti dalam kontes yang ke 10 kali ini, Ada jenis tanaman biasa yang menang di kelas campuran, yaitu bunga Peperomia.

” Sebetulnya tanaman yang lain juga bagus. Tapi hasil penilaian dari 4 juri yang masing – masing menilai performannya, kesehatan, karakter dan kelangkaan nya menghasilkan nilai tertinggi untuk dua pot Peperomia yang menyabet juara 1 dan 2″ ungkap Ketua Panitia, Sunyoto.

Sosok Peperomia tersebut nampak sempurna. ” Dari roset daunya, kebersihanya, kesehatannya, tidak ada yang cacat sama sekali, mungkin hanya kalah di kelangkaanya. Tapi disini kita bisa lihat, bahwa tanaman yang murah pun jika dirawat dengan baik akan menarik tampilannya” tandasnya.

Dalam kontes yang di gelar di Villa Nataka, Jalan Hankam, Kecamatan Cisarua, 23/06, tersebut terbagi menjadi 8 kelas. Yaitu kelas Anthurium, Philodendron, Singonium, Sansievira, aglonema Tunggal dan Rumpun, Begonia dan kelas Campuran.

4 kriteria penilaian juri yang meliputi Performance, Kesehatan, Karakter Dan Kelangkaan tersebut menjadi acuan bagi peserta. Juri akan memberi nilai tinggi bagi tanaman yang roset daunnya bagus, jarak antar daun tertata, daun tidak lunglai, tanaman sehat tidak ada hama/penyakit, tidak ada luka di daun, tidak ada bercak, ujung daun mulus, karakter tanaman bagus dan langka dibanding peserta yang lain.

Anthurium Pteroductyl, milik Tomo, Sawangan, Depok, menjadi pertama untuk kelas Anthurium. Daunnya banyak, roset dan mulus. Foto : Cj

Peserta berasal dari Kita Bogor, Depok, Parung, Sukabumi, Cipanas, Ciapus, dan dari petani kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

Animo peserta masih tinggi meski dalam masa pandemi. Kedepan acara akan di laksanakan bersama antara komunitas tanaman hias dari Cipanas, Puncak Dan Ciapus. (Cj)

The post Cantiknya Peperomia Juara Di Kontes Astathi Bogor appeared first on Harnasnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *